Laporan Kasus: Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Miastenia Gravis dengan Disfagia dan Malnutrisi
Case Report: Nutrition Care Process in a Patient with Myasthenia Gravis, Dysphagia, and Malnutrition
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2025.4.4.267-279Kata Kunci:
disfagia, GLIM, intervensi gizi, malnutrisi, miastenia gravisAbstrak
Myasthenia gravis adalah gangguan neuromuskular autoimun kronis yang ditandai dengan gangguan transmisi di persimpangan neuromuskular, yang menyebabkan kelemahan otot rangka yang fluktuatif. Keterlibatan otot orofaringeal seringkali menyebabkan disfagia, yang dapat mengganggu asupan oral dan secara signifikan meningkatkan risiko malnutrisi. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan gizi pada pasien dengan miastenia gravis yang disertai disfagia dan malnutrisi berat, sesuai dengan kriteria Global Leadership Initiative on Malnutrition (GLIM), serta mengevaluasi perubahan status gizi dan klinis selama rawat inap. Subjek adalah seorang pria berusia 36 tahun yang mengalami malnutrisi berat, ditandai dengan penurunan berat badan tidak disengaja sebesar 42% selama 16 bulan dan indeks massa tubuh (BMI) 12,58 kg/m². Pengelolaan gizi dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pemberian nutrisi enteral melalui selang nasogastrik (NGT), diikuti dengan transisi bertahap ke kombinasi nutrisi enteral dan oral berdasarkan kemampuan menelan dan toleransi gastrointestinal. Intervensi gizi dan respons pasien dipantau selama masa rawat inap 18 hari menggunakan pengukuran antropometri, parameter biokimia, penilaian klinis, dan evaluasi asupan diet. Selama intervensi, tidak terdapat tanda klinis atau biokimia sindrom refeeding. Asupan energi meningkat dari 1.500 kkal/hari menjadi 2.100 kkal/hari, sementara asupan protein meningkat dari 71 g/hari menjadi 89 g/hari. Peningkatan ini disertai dengan kenaikan berat badan sebesar 2 kg, yang mengakibatkan peningkatan BMI menjadi 13,15 kg/m². Hasil klinis juga membaik, seperti yang ditunjukkan oleh penurunan Skor Komposit Myasthenia Gravis (MGCS) dari 6 menjadi 2, yang menunjukkan peningkatan fungsi menelan dan kekuatan neuromuskular. Kasus ini menyoroti peran kritis manajemen nutrisi yang disesuaikan secara individual dan progresif, didukung oleh kolaborasi interdisipliner, dalam meningkatkan status gizi dan hasil klinis pada pasien dengan myasthenia gravis dan disfagia. Terapi gizi medis yang tepat sangat penting dalam mendukung pemulihan dan mengoptimalkan kualitas hidup pada populasi yang rentan ini.







2.png)
