Kebiasaan Sarapan, Jajan, dan Membawa Bekal Siswa Sekolah Dasar di Kota Bogor

Breakfast, Snacking, and Bringing Lunch Habits of Elementary School Students in Bogor City

Penulis

  • Ikeu Ekayanti Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, Bogor 16680, Indonesia
  • Katrin Roosita Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, Bogor 16680, Indonesia
  • Dwikani Oklita Anggiruling Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang 41361, Indonesia
  • As Syaffa Amalia Adha Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, Bogor 16680, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25182/jigd.2025.4.4.312-320

Kata Kunci:

jajan, membawa bekal, sarapan

Abstrak

Tujuan penelitian ini menganalisis keterkaitan antara kebiasaan sarapan, kebiasaan membawa bekal dan kebiasaan jajan di sekolah pada siswa SD di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Penelitian ini menggunakan data primer dengan jumlah subjek 1167 siswa di 161 sekolah di Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 59,1% siswa yang selalu sarapan, 36,6% kadang-kadang sarapan, dan 4,3% tidak pernah sarapan. Alasan utama tidak sarapan adalah kesiangan masuk sekolah (58,6%) dan tidak nafsu makan (42,8%). Sebagian besar siswa (89,0%) mengonsumsi nasi/mi/bubur/roti saat sarapan, dengan hanya 4,9% yang mengonsumsi kelima kelompok makanan saat sarapan. Kebiasaan jajan pada menunjukkan bahwa 73,6% siswa selalu jajan. Jajanan yang sering dikonsumsi adalah makanan/minuman pabrikan (81,3%) dan kue basah/tradisional (71,8%). Kebiasaan membawa bekal pada anak menunjukkan 22,5% siswa selalu membawa bekal dengan 38,7% menggunakannya sebagai pengganti sarapan. Pendidikan orang tua menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan frekuensi sarapan (p=0,000) dan keragaman pangan sarapan (p=0,031). Uang saku memiliki hubungan yang signifikan dengan keragaman jajanan (p=0,002) dan hubungan negatif dengan kebiasaan membawa bekal (p=0,021). Kebiasaan sarapan menunjukkan hubungan positif dengan kebiasaan membawa bekal dan jajan (p=0,000). Sebagian besar siswa selalu sarapan namun pilihan makanannya belum beragam. Kebiasaan jajan sudah menjadi budaya pada siswa, siswa yang sarapan atau membawa bekal cenderung tetap melakukan jajan di sekolah.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-01

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

“Kebiasaan Sarapan, Jajan, dan Membawa Bekal Siswa Sekolah Dasar di Kota Bogor: Breakfast, Snacking, and Bringing Lunch Habits of Elementary School Students in Bogor City” (2026) Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 4(4), pp. 312–320. doi:10.25182/jigd.2025.4.4.312-320.