Kebiasaan Sarapan, Jajan, dan Membawa Bekal Siswa Sekolah Dasar di Kota Bogor
Breakfast, Snacking, and Bringing Lunch Habits of Elementary School Students in Bogor City
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2025.4.4.312-320Kata Kunci:
jajan, membawa bekal, sarapanAbstrak
Tujuan penelitian ini menganalisis keterkaitan antara kebiasaan sarapan, kebiasaan membawa bekal dan kebiasaan jajan di sekolah pada siswa SD di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Penelitian ini menggunakan data primer dengan jumlah subjek 1167 siswa di 161 sekolah di Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 59,1% siswa yang selalu sarapan, 36,6% kadang-kadang sarapan, dan 4,3% tidak pernah sarapan. Alasan utama tidak sarapan adalah kesiangan masuk sekolah (58,6%) dan tidak nafsu makan (42,8%). Sebagian besar siswa (89,0%) mengonsumsi nasi/mi/bubur/roti saat sarapan, dengan hanya 4,9% yang mengonsumsi kelima kelompok makanan saat sarapan. Kebiasaan jajan pada menunjukkan bahwa 73,6% siswa selalu jajan. Jajanan yang sering dikonsumsi adalah makanan/minuman pabrikan (81,3%) dan kue basah/tradisional (71,8%). Kebiasaan membawa bekal pada anak menunjukkan 22,5% siswa selalu membawa bekal dengan 38,7% menggunakannya sebagai pengganti sarapan. Pendidikan orang tua menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan frekuensi sarapan (p=0,000) dan keragaman pangan sarapan (p=0,031). Uang saku memiliki hubungan yang signifikan dengan keragaman jajanan (p=0,002) dan hubungan negatif dengan kebiasaan membawa bekal (p=0,021). Kebiasaan sarapan menunjukkan hubungan positif dengan kebiasaan membawa bekal dan jajan (p=0,000). Sebagian besar siswa selalu sarapan namun pilihan makanannya belum beragam. Kebiasaan jajan sudah menjadi budaya pada siswa, siswa yang sarapan atau membawa bekal cenderung tetap melakukan jajan di sekolah.







2.png)
