Hubungan Norma Subjektif dan Intensi Aktivitas Fisik dengan Aktivitas Fisik serta Status Gizi Remaja Awal di Kota Bandung

Relationship of Subjective Norms and Intentions of Physical Activity with Physical Activity and Nutritional Status of Early Adolescents in Bandung City

Penulis

  • Nida Nabilah Program Studi Gizi, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
  • Muchamad Rizki Sentani Program Studi Gizi, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia
  • Ayu Mutiara Santanu Program Studi Gizi, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia
  • Delita Septia Rosdiana Program Studi Gizi, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.1.431-441

Kata Kunci:

aktivitas fisik, intensi, norma subjektif, remaja, status gizi

Abstrak

Remaja termasuk kelompok usia yang memiliki kerentanan tinggi terhadap gangguan gizi, yang dipengaruhi oleh dinamika sosial dan kebiasaan hidup yang tidak menunjang kesehatan. Di Kota Bandung, kasus obesitas remaja tercatat cukup tinggi. Salah satu aspek yang dapat memengaruhi perilaku aktivitas fisik dan kondisi gizi adalah norma subjektif serta keinginan untuk melakukan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara norma subjektif dan intensi dalam beraktivitas fisik terhadap aktivitas fisik aktual serta status gizi pada remaja awal. Studi ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 64 remaja awal di wilayah Pasundan dipilih sebagai responden menggunakan rumus Lemeshow. Uji bivariat dengan metode Fisher’s Exact test menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara norma subjektif dan intensi untuk beraktivitas fisik (p=0,001). Namun, hubungan antara intensi dengan aktivitas fisik (p=0,187), norma subjektif dengan aktivitas fisik (p=0,385), intensi dengan status gizi (p=0,908), serta norma subjektif dengan status gizi (p=0,535). Temuan ini menunjukkan bahwa norma subjektif memiliki hubungan terhadap pembentukan intensi, namun belum cukup mampu mendorong terjadinya perubahan perilaku nyata pada remaja.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-09

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

“Hubungan Norma Subjektif dan Intensi Aktivitas Fisik dengan Aktivitas Fisik serta Status Gizi Remaja Awal di Kota Bandung: Relationship of Subjective Norms and Intentions of Physical Activity with Physical Activity and Nutritional Status of Early Adolescents in Bandung City” (2026) Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 5(1), pp. 431–441. doi:10.25182/jigd.2026.5.1.431-441.