Hubungan Penggunaan Online Food Delivery, Emotional Eating, dan Kualitas Diet dengan Status Gizi Lebih
Associations of Online Food Delivery Use, Emotional Eating, and Diet Quality with Overweight and Obesity
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.1.349-357Kata Kunci:
emotional eating, kualitas diet, online food delivery, status gizi lebihAbstrak
Status gizi lebih merupakan permasalahan kesehatan global yang semakin meningkat di era modern, termasuk di Indonesia. Meningkatnya penggunaan layanan online food delivery (OFD) yang kurang mendukung pola konsumsi sehat, kecenderungan makan berbasis emosi, serta kualitas diet yang rendah diduga berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi gizi lebih terutama di kalangan mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prevalensi status gizi lebih serta mengkaji hubungannya dengan frekuensi pemesanan layanan online food delivery (OFD), praktik pemesanan OFD, emotional eating, dan kualitas diet pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 80 mahasiswa yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan pengukuran antropometri secara langsung. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil analisis menunjukkan bahwa 54,4% mahasiswa jarang memesan OFD, 51,9% memiliki praktik pemesanan OFD yang buruk, 53,2% memiliki tingkat emotional eating tinggi, 54,4% memiliki kualitas diet yang buruk, dan 32,9% memiliki gizi lebih. Emotional eating (p=0,003; OR=4,7) dan kualitas diet (p<0,001; OR=5,9) memiliki hubungan signifikan dengan status gizi lebih. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan (p>0,05) antara frekuensi dan praktik pemesanan OFD dengan status gizi lebih. Mahasiswa dengan emotional eating yang tinggi dan kualitas diet yang buruk memiliki peluang lebih besar mengalami status gizi lebih.







2.png)
