Hubungan Frekuensi Kemoterapi dan Kecemasan dengan Asupan Energi-Protein Pasien Kanker Payudara di RS Onkologi Surabaya
The Relationship between Chemotherapy Frequency and Anxiety with Energy-Protein Intake among Breast Cancer Patients at Surabaya Oncology Hospital
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2025.4.4.296-304Kata Kunci:
asupan, energi, frekuensi kemoterapi, kecemasan, proteinAbstrak
Kemoterapi menjadi salah satu pengobatan bagi pasien kanker. Frekuensi kemoterapi yang tinggi cenderung disertai dengan efek samping yang berat pada pasien kanker, salah satunya penurunan nafsu makan. Kanker dan pengobatannya juga memberikan dampak psikis, salah satunya kecemasan, yang dapat menurunkan nafsu makan pasien kanker. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui gambaran frekuensi kemoterapi, tingkat kecemasan, tingkat asupan energi dan protein, serta menganalisis hubungan frekuensi kemoterapi dan tingkat kecemasan dengan tingkat asupan energi dan protein pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Onkologi Surabaya. Jenis penelitian ini ialah cross-sectional study dengan desain studi observasional analitik. Total sampel berjumlah 52 pasien yang diambil menggunakan metode accidental sampling. Instrumen yang dijadikan alat ukur yaitu kuisioner Generalized Anxiety Disorder 7 dan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaires, serta menggunakan data sekunder yakni rekam medis. Penelitian ini menggunakan uji statistik uji Kendall Tau. Temuan penelitian menyatakan sebanyak 63,5% subjek menjalani kemoterapi dengan frekuensi yang tergolong rendah (≤4 siklus), 19,2 % subjek berada dalam kategori cemas (ringan dan sedang), 46,2% subjek memiliki tingkat asupan energi berlebih dan 36,5% subjek memiliki tingkat asupan protein berlebih. Tidak terdapat hubungan antara frekuensi kemoterapi dengan tingkat asupan energi (p=0,409). Tidak terdapat hubungan antara frekuensi kemoterapi dengan tingkat asupan protein (p=0,840). Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat asupan energi (p=0,014, τ=0,255). Tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat asupan protein (p=0,242).







2.png)
