Hubungan Asupan Gizi, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi dengan Tekanan Darah Lansia di Bekasi, Jawa Barat
Association of Nutrient Intake, Physical Activity, Nutritional Status, and Blood Pressure Among Elderly in Bekasi, West Java
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.1.%25pKata Kunci:
aktivitas fisik, asupan gizi, lansia, status gizi, tekanan darahAbstrak
Lansia merupakan kelompok usia yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun dan rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, salah satunya hipertensi. Prevalensi hipertensi di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi mencapai 57,6%. Di Jawa Barat prevalensinya mencapai 71,08%, sedangkan di Kota Bekasi meningkat dari 29,2% pada tahun 2013 menjadi 39,6% pada tahun 2018. Salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan penyakit tidak menular (PTM) adalah melalui penyediaan layanan kesehatan masyarakat seperti Posyandu dan Posbindu lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi, asupan gizi (natrium dan lemak), serta aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia di Posbindu Anyelir, Kecamatan Bekasi Utara. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 70 lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi sebesar 37,1%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (p=0,194) dan aktivitas fisik (p=0,749) dengan tekanan darah lansia. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium (p<0,001) dan asupan lemak (p=0,049) dengan tekanan darah. Dapat disimpulkan bahwa tekanan darah pada lansia berhubungan dengan asupan natrium dan lemak, sedangkan status gizi dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.







2.png)
