Pemanfaatan ekokardiografi untuk memantau pengobatan cacing hati dengan melarsomine: Evaluasi klinis pada anjing
Unduhan
Dirofilariasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh nematoda di pembuluh darah dan jantung. Ekokardiografi berfungsi sebagai uji diagnostik untuk memastikan keberadaan cacing ini dan membantu dalam menentukan stadium penyakit untuk menentukan protokol pengobatan yang tepat. Studi kasus ini mengeksplorasi pemantauan terapi dirofilariasis menggunakan ultrasonografi jantung. Hasil dari studi kasus menunjukkan bahwa tidak ada cacing dewasa yang terdeteksi di dalam ruang jantung 19 hari setelah pengobatan melarsomin, yang menyoroti kemanjuran pendekatan terapeutik ini dalam mengatasi infeksi cacing jantung.
Alia YY, May HK, Amall HA. 2013. Serological study of Dirofilaria immitis in human from some villages in Al-Hindya part of Karbala Governorate. International Journal of Science and Nature. 4(1):185-188.
Lee KJ, Park GM, Yong TS, Im K, Jung SH, Jeong NJ, Lee WY, Yong SJ, Shin KC. 2000. The first Korean case of human pulmonary dirofilariasis. Yonsei Medical Journal. 41(2):285-288. https://doi.org/10.3349/ymj.2000.41.2.285 DOI: https://doi.org/10.3349/ymj.2000.41.2.285
Levine ND. 1990. Parasitologi Veteriner. Gadjah Mada Universitas Press, Yogyakarta.
Romano AE, Saunders AB, Gordon SG, Wesselowski S. 2020. Intracardiac heartworms in dogs: Clinical and echocardiographic characteristics in 72 cases (2010-2019). Journal of Veterinary Internal Medicine 35(1): 88-97. https://doi.org/10.1111/jvim.15985 DOI: https://doi.org/10.1111/jvim.15985
Erawan IG, Tjahajati I, Nurcahyo W, Asmara W. 2017. Prevalence and risk factor of the Dirofilaria immitis infection in dogs slaughtered in Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Veteriner. 18(4):541-546. https://doi.org/10.19087/jveteriner.2017.18.4.541 DOI: https://doi.org/10.19087/jveteriner.2017.18.4.541
Erawan IG, Tjahajati I, Nurcahyo W, Asmara W. 2015. Excretory-secretory antigens of male and female heart worms (Dirofilaria immitis) which potentially as a diagnostic marker. Jurnal Veteriner. 16(4):463-467. https://doi.org/10.19087/jveteriner.2015.16.4.463 DOI: https://doi.org/10.19087/jveteriner.2015.16.4.463
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




