Epitheliogenesis imperfecta in a day-old Landrace piglet in Payangan, Gianyar, Bali
Unduhan
Satu dari enam ekor anak babi Landrace lahir dengan kondisi lahir tanpa kulit pada bagian pantat. Pemeriksaan fisik menunjukkan anak babi memiliki bobot lahir 1,32 kg, suhu 39,1oC, absennya kulit pada bagian belakang paha kanan (4,2 x 7,1 cm) dan kiri (5,1 ×5,3 cm) serta pangkal ekor, sehingga teramati luka terbuka. Berdasarkan signalement, sejarah kasus dan pemeriksaan fisik, anak babi didiagnosis mengalami epitheliogenesis imperfecta (EI). Terapi yang diberikan yaitu antibiotik procaine dan benzathine penicillin G dosis 1 ml/10 kg bobot badan (BB) sekali injeksi. Diphenhidramine HCl dosis 1 mg/kg BB diberikan sekali injeksi. Pembersihan luka dilakukan sehari sekali dengan larutan infus NaCl 0,9% dan diberikan antiseptik povidone iodin 10% selama 14 hari. Luka dibiarkan terbuka tanpa dibalut. Pada hari ke-3 setelah lahir, anak babi diberikan suplemen Ferdex® Plus dosis 2ml/piglet sekali pemberian. Anak babi selama perawatan dibiarkan bersama induknya. Hasil treatment menunjukkan kesembuhan dimulai dari terbentuknya keropeng pada hari ke 3 dan perlahan – lahan terkelupas dengan sendirinya hingga hari ke 8 (tersisa ± 10% bagian keropeng). Kulit sepenuhnya telah tumbuh dan luka sepenunya telah sembuh pada hari ke 15 pasca anak babi lahir.
Benoit-Biancamano MO, Drolet R, D'Allaire S. 2006. Aplasia cutis congenita (epitheliogenesis imperfecta) in swine: observations from a large breeding herd. Journal of Veterinary Diagnostic Investigation. 18(6):573-579. https://doi.org/10.1177/104063870601800608 | PMid:17121085 DOI: https://doi.org/10.1177/104063870601800608
Girish BC, Shilpa VT, Shivakumar MC, Ravikumar P. 2023. Pathology of epitheliogenesis imperfecta in two herds of pigs. Indian Journal of Veterinary Pathology. 47(4):345-347. https://doi.org/10.5958/0973-970X.2023.00061.5 DOI: https://doi.org/10.5958/0973-970X.2023.00061.5
Kuemmet TJ, Miller JJ, Michalik D, Lew SM, Maheshwari M, Humphrey SR. 2020. Low risk of clinically significant central nervous system dysraphism in a cohort study of 69 patients with isolated aplasia cutis congenita of the head. Pediatric Dermatology. 37(3):455-460. https://doi.org/10.1111/pde.14117 | PMid:32053222 DOI: https://doi.org/10.1111/pde.14117
Ogunro BN, Otuh PI, Olatunji-Akioye A, Emikpe BO, Oyebanji V, Adejumobi O, Morenikeji O. 2016. Management of epitheliogenesis imperfecta in a piglet (Sus scrofa domesticus) in Ibadan, Nigeria. Nigerian Veterinary Journal. 37(3):187-191.
Radhakrishnan R, Sundaram SM, Gnanaraj PT. 2024. A case of nonsyndromic aplasia cutis congenita (epitheliogenesis imperfecta) in a Large White Yorkshire piglet. International Journal of Veterinary Sciences and Animal Husbandry. 9(4):04-05. https://doi.org/10.22271/veterinary.2024.v9.i4Sa.1509 DOI: https://doi.org/10.22271/veterinary.2024.v9.i4Sa.1509
Zhou F, Wang S, Qin H, Zeng H, Ye J, Yang J, Cai G, Wu Z, Zhang, Z. 2023. Genome-wide association analysis unveils candidate genes and loci associated with aplasia cutis congenita in pigs. BMC genomics. 24(1):701. https://doi.org/10.1186/s12864-023-09803-6 | PMid:37990155 PMCid:PMC10664689 DOI: https://doi.org/10.1186/s12864-023-09803-6
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




