Comparison of buried continuous intradermal and simple interrupted suture patterns for skin closure in feline ovariohysterectomy
Unduhan
Ovariohisterektomi banyak dilakukan pada hewan kecil dan sering kali mengalami komplikasi berupa luka yang terbuka. Studi ini mengevaluasi dua teknik jahitan, yaitu jahitan intradermal kontinu yang terkubur (BCID) dan jahitan terputus sederhana (SI), pada 42 kucing betina menggunakan jahitan nilon yang tidak dapat diserap. Berat, panjang sayatan, panjang jahitan, dan waktu penutupan juga dianalisis. Penilaian pascaoperasi pada 18-24 jam dan 5-7 hari meliputi pemantauan pembengkakan, eritema, eksudat, dan terbukanya luka. Hasilnya menunjukkan insiden komplikasi yang jauh lebih tinggi, terutama terbukanya luka, pada kelompok SI. Akibatnya, BCID direkomendasikan karena tingkat komplikasinya yang lebih rendah dan risiko infeksi akibat trauma diri yang berkurang.
AbdelKhalek AS, Youssef HA, Ali MF, Ali MM, Abdel Hakiem MAH, Mahmoud HFF. 2019. An assessment of clinical, biometric, cosmetic and microscopic outcomes of four suture techniques for cutaneous closure of laparotomy wounds: an experimental study in rabbits. Journal of Dairy Veterinary & Animal Research. 8(1):42-53. https://doi.org/10.15406/jdvar.2019.08.00241 DOI: https://doi.org/10.15406/jdvar.2019.08.00241
Burrow R, Shaver SL, Holmes JH. 2023. Outcomes of elective gonadectomy procedures performed on dogs and cats by veterinary students and shelter veterinarians in a shelter environment. Journal of the American Veterinary Medical Association. 253(10):1294-1299. https://doi.org/10.2460/javma.253.10.1294 | PMid:30398427 DOI: https://doi.org/10.2460/javma.253.10.1294
DeTora M, McCarthy RJ. 2011. Commentary ovariohysterectomy versus ovariectomy for elective sterilization of female dogs and cats: is removal of the uterus necessary? Journal of the American Veterinary Medicine Association. 239(11):1409-1412. https://doi.org/10.2460/javma.239.11.1409 | PMid:22087712 DOI: https://doi.org/10.2460/javma.239.11.1409
Griffon DJ, Hamaide A. 2015. Chapter 9: Dehiscence, Complications in small animal surgery. Wiley-Blackwell. https://doi.org/10.1002/9781119421344 DOI: https://doi.org/10.1002/9781119421344
Höer J, Klinge U, Schachtrupp A, Töns C, Schumpelick V. 2001. Influence of suture technique on laparotomy wound healing: an experi-mental study in the rat. Langenbeck's archives of surgery. 386:218-223. https://doi.org/10.1007/s004230000196 | PMid:11382325 DOI: https://doi.org/10.1007/s004230000196
Hohenleutner U, Egner N, Hohenleutner S, Landthaler M. 2000. Intradermal buried vertical mattress suture as sole skin closure: evaluation of 149 cases. Acta Dermato Venereologica. 80(5):344-347. https://doi.org/10.1080/000155500459277 | PMid:11200831 DOI: https://doi.org/10.1080/000155500459277
Root Kustritz MV. 2012. Effects of surgical sterilization on canine and feline health and on society. Reproduction in domestic animals= Zuchthygiene. 47(4): 214-222. https://doi.org/10.1111/j.1439-0531.2012.02078.x | PMid:22827373 DOI: https://doi.org/10.1111/j.1439-0531.2012.02078.x
Sylvestre A, Wilson J, Hare J. 2002. A comparison of 2 different suture patterns for skin closure of canine ovariohysterectomy. The Canadian Veterinary Journal. 43(9):699.
Townsend CM, Towsend JrCM, Beauchamp JrRD, Beauchampp RD, Mattox KL, Evers BM, MattoxJr K. 2017. Sabiston textbook of surgery. 20th ed. Philadelphia (US): Elsevier.
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




