Comparison of buried continuous intradermal and simple interrupted suture patterns for skin closure in feline ovariohysterectomy

ovariohisterektomi intradermal tersambung terputus sederhana kucing penjahitan kulit

Penulis

  • Leaw Yi Xin Foon Yew High School, Johor Bahru, Johor Darul Ta'zim, Malaysia, Malaysia
  • Deni Noviana Division of Surgery and Radiology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Usamah Afiff
    usamahaf@apps.ipb.ac.id
    Division of Medical Microbiology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia

Ovariohisterektomi banyak dilakukan pada hewan kecil dan sering kali mengalami komplikasi berupa luka yang terbuka. Studi ini mengevaluasi dua teknik jahitan, yaitu jahitan intradermal kontinu yang terkubur (BCID) dan jahitan terputus sederhana (SI), pada 42 kucing betina menggunakan jahitan nilon yang tidak dapat diserap. Berat, panjang sayatan, panjang jahitan, dan waktu penutupan juga dianalisis. Penilaian pascaoperasi pada 18-24 jam dan 5-7 hari meliputi pemantauan pembengkakan, eritema, eksudat, dan terbukanya luka. Hasilnya menunjukkan insiden komplikasi yang jauh lebih tinggi, terutama terbukanya luka, pada kelompok SI. Akibatnya, BCID direkomendasikan karena tingkat komplikasinya yang lebih rendah dan risiko infeksi akibat trauma diri yang berkurang.

Cara Mengutip

1.
Xin LY, Noviana D, Afiff U. Comparison of buried continuous intradermal and simple interrupted suture patterns for skin closure in feline ovariohysterectomy. ARSHI vet lett [Internet]. 2024 Dec. 28 [cited 2026 Jun. 6];8(4):99-100. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/58929

Suspect feline infectious peritonitis pada kucing

Sus Derthi Widhyari, Bayu Firmala Kusuma, Setyo Widodo, Anita Esfandiari, Retno Wulansari, Leni...