Profiling of anaplasmosis in dogs from small animal veterinary clinics in Cities of Nueva Ecija, Philippines
Unduhan
Studi retrospektif ini menganalisis data anaplasmosis anjing dari tahun 2020 hingga 2022 yang dikumpulkan dari delapan klinik hewan kecil di Cabanatuan, Gapan, Muñoz, dan Kota San Jose di Nueva Ecija. Studi ini berfokus pada distribusi kasus berdasarkan usia anjing, jenis kelamin, ras, waktu kasus dilaporkan, dan tempat tinggal pemilik, dengan menggunakan Microsoft Excel untuk pengorganisasian data. Temuan menunjukkan bahwa anjing berusia 7-12 bulan mengalami insiden anaplasmosis tertinggi sebesar 54,40%. Anjing jantan menunjukkan tingkat infeksi yang sedikit lebih tinggi (49,77%) dibandingkan dengan anjing betina (49,39%). Ras anjing mainan paling banyak terkena dampak, dengan tingkat infeksi 61,13%. Tanda klinis yang paling umum adalah tidak nafsu makan, dilaporkan pada 61,01% kasus. Kasus anaplasmosis mencapai puncaknya selama musim hujan dari bulan Juni hingga November, dengan Cabanatuan mencatat jumlah kasus tertinggi (189). Penelitian ini mengonfirmasi korelasi statistik yang signifikan antara anaplasmosis dan usia, jenis kelamin, dan ras hewan.
Bonilla-Aldana DK, Pomares-Cantillo LH, Beltrán-Sánchez CA, Bettin-Martínez AC, Campo-Urbina ML, Rodriguez-Morales AJ, Pérez-Doria A. 2020. Molecular detection of Anaplasma spp. in domestics dogs from urban areas of Soledad, Atlantico, Colombia. Le Infezioni in Medicina. 28(3):373-383.
Carrade DD, Foley JE, Borjesson DL, Sykes JE. 2009. Canine granulocytic anaplasmosis: A Review. Journal of Veterinary Internal Medicine. 23(6):1129-1141. https://doi.org/10.1111/j.1939-1676.2009.0384.x | PMid:19761477 DOI: https://doi.org/10.1111/j.1939-1676.2009.0384.x
Cohn LA. 2003. Ehrlichiosis and related infections. Veterinary Clinics: Small Animal Practice. 33:863- 884. https://doi.org/10.1016/S0195-5616(03)00031-7 | PMid:12910747 DOI: https://doi.org/10.1016/S0195-5616(03)00031-7
Elhamiani Khatat S, Daminet S, Kachani M, Leutenegger C. M, Duchateau L, El Amri H, Hing M, Azrib R, Sahibi H. 2017. Anaplasma spp. in dogs and owners in north-western Morocco. Parasites & Vectors. 10(1):1-10. https://doi.org/10.1186/s13071-017-2148-y | PMid:28438220 PMCid:PMC5404288 DOI: https://doi.org/10.1186/s13071-017-2148-y
McMahan CS, Wang D, Beall MJ, Bowman DD, Little SE, Pithua PO, Sharp JL, Stich RW, Yabsley MJ, Lund RB. 2016. Factors associated with Anaplasma spp. seroprevalence among dogs in the United States. Parasites & Vectors. 9:169. https://doi.org/10.1186/s13071-016-1431-7 | PMid:27004557 PMCid:PMC4804572 DOI: https://doi.org/10.1186/s13071-016-1431-7
Mohamed El-Dakhly K, M. Tawfik M, Samir Aboshinaf A, N Mahrous L, M Arafa W. 2021. Detection of anaplasmosis and Ehrlichiosis in blood of owned dogs in Alexandria, Northern Egypt. Advances in Animal and Veterinary Sciences. 9(9):1383-1389. https://doi.org/10.17582/journal.aavs/2021/9.9.1383.1389 DOI: https://doi.org/10.17582/journal.aavs/2021/9.9.1383.1389
Mubashir M, Tariq M, Sohaib Khan M, Safdar M, Özaslan M, Imran M, Ullah Q, Siddique F, Junejo Y. 2022. In Review on anaplasmosis in different ruminants. 3(2):32-45.
Said MB, Belkahia H, Messadi L. 2018. Anaplasma spp. in North Africa: a review on molecular epidemiology, associated risk factors and genetic characteristics. Ticks and Tick-Borne Diseases. 9(3):543-555. https://doi.org/10.1016/j.ttbdis.2018.01.003 | PMid:29398602 DOI: https://doi.org/10.1016/j.ttbdis.2018.01.003
Sainz Á, Roura X, Miró G, Estrada-Peña A, Kohn B, Harrus, S, Solano-Gallego L. 2015. Guideline for veterinary practitioners on Canine Ehrlichiosis and anaplasmosis in Europe. Parasites & Vectors. 8(1):75. https://doi.org/10.1186/s13071-015-0649-0 | PMid:25649069 PMCid:PMC4324656 DOI: https://doi.org/10.1186/s13071-015-0649-0
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




