Diet-related feline lower urinary tract disease in a mixed-breed angora cat: a case report

kucing pakan penyakit gangguan saluran kencing bawah kristal urin radang kantung kemih

Penulis

Penyakit Saluran Kemih Bawah Kucing (FLUTD) mencakup gangguan kandung kemih dan uretra pada kucing dan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pola makan, perawatan, kebersihan tempat buang air, dan tingkat aktivitas. Seekor kucing betina campuran Angora berusia delapan tahun dengan berat 4,1 kg datang dengan hematuria di Rumah Sakit Pendidikan Hewan Universitas Udayana. Meskipun aktif dan menunjukkan tanda-tanda vital yang khas, kucing tersebut mengalami ketidaknyamanan perut saat dipalpasi. Evaluasi diagnostik termasuk analisis urin makroskopis dan mikroskopis mengungkapkan hematuria, proteinuria, dan kristal struvite. Pemeriksaan radiografi dan ultrasonografi mengidentifikasi material radiopak dan urolith di kandung kemih, dengan penebalan dinding kandung kemih secara bersamaan, meskipun parameter darah normal. Kucing tersebut didiagnosis dengan FLUTD karena urolithiasis dan sistitis, dan menjalani manajemen pola makan, peningkatan asupan air, dan suplementasi CYSTAID Plus® setiap hari. Dalam kasus ini, prognosisnya tetap positif (fausta). Setelah 14 hari, terlihat adanya perbaikan signifikan berupa tidak adanya hematuria, dan urin berwarna kuning cerah tanpa kekeruhan.

Cara Mengutip

1.
Sachio DA, Suartha IN, Arjentinia IPGY. Diet-related feline lower urinary tract disease in a mixed-breed angora cat: a case report. ARSHI vet lett [Internet]. 2024 Dec. 17 [cited 2026 Jun. 6];8(4):91-2. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/55818

Suspect feline infectious peritonitis pada kucing

Sus Derthi Widhyari, Bayu Firmala Kusuma, Setyo Widodo, Anita Esfandiari, Retno Wulansari, Leni...