Single supplementation of goat colostrum, probiotics, and prebiotics for diarrhea management in cats

diare kucing kolostrum kambing prebiotik probiotik

Penulis

  • Dwi Budiono
    dwi.budiono.db@gmail.com
    College of Vocational Studies, IPB University, Indonesia
  • Heryudianto Vibowo Study Program of Veterinary Paramedic, College of Vocational Studies, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Henny Endah Anggraeni Study Program of Veterinary Paramedic, College of Vocational Studies, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Anisa Rahma School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Tekad Urip Pambudi Sujarnoko Study Program of Chemical Analyst, College of Vocational Studies, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Amaq Fadholly School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Pradnya Calista Study Program of Veterinary Paramedic, College of Vocational Studies, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Hendri Zonathan Study Program of Veterinary Paramedic, College of Vocational Studies, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Kukuh Amru Dhiya Rahmat Study Program of Veterinary Paramedic, College of Vocational Studies, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Ivan Taufiq Nugraha PT SUTAN Vet Medika, Bogor, Indonesia, Indonesia

Diare pada kucing merupakan perubahan kondisi feses dari pasta menjadi cair yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perubahan makanan dan infeksi bakteri, virus, serta parasit. Penanganan diare pada kucing dilakukan segera agar gejalanya mereda. Salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan yang efektif adalah pemberian suplemen berbasis kolostrum, probiotik, dan prebiotik. Pada kasus diare di klinik Pet Center Depok, dua ekor kucing berusia 1,5 tahun (Ayu) dan 5 tahun (Gentong) diberikan suplemen berbasis kolostrum kambing, probiotik, dan prebiotik. Gejala awal pada kucing Ayu adalah diare dan feses cair, sedangkan pada kucing Gentong nafsu makan menurun, lemas, dan feses berbentuk pasta. Pemberian suplemen dilakukan selama dua hari. Pada hari ketiga, kondisi feses kedua kucing padat dan berbentuk, namun beberapa bagian feses masih lembek. Pada hari keenam, kondisi feses kedua kucing baik, ditandai dengan feses berbentuk padat dan padat.

Cara Mengutip

1.
Budiono D, Vibowo H, Anggraeni HE, Rahma A, Sujarnoko TUP, Fadholly A, et al. Single supplementation of goat colostrum, probiotics, and prebiotics for diarrhea management in cats. ARSHI vet lett [Internet]. 2024 Oct. 4 [cited 2026 Jun. 6];8(3):61-2. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/54981

Diare Kronis pada Trenggiling Jawa (Manis Javanica)

Chusnul Choliq, Chairun Nisa, Danny Umbu Tay Hambandima, Muhammad Sulthan Rasyid Rifai

Suspect feline infectious peritonitis pada kucing

Sus Derthi Widhyari, Bayu Firmala Kusuma, Setyo Widodo, Anita Esfandiari, Retno Wulansari, Leni...