Combined therapy of laser puncture and surgical repositioning of rectal prolapse accompanied by rupture in goats
Unduhan
Prolaps rektum terjadi ketika rektum menonjol keluar dari anus. Artikel ini melaporkan kasus seekor kambing jantan bernama Jimmy yang dibawa ke Klinik Hewan Cimanggu dengan benjolan menonjol di anusnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan diare dan massa berupa prolaps rektal dengan tiga kali robekan pada dinding rektum disertai pembengkakan dan pendarahan. Jimmy didiagnosis menderita prolaps rektum yang pecah. Perawatan meliputi penjahitan ruptur dan penusukan laser pada lokasi penjahitan dan prolaps rektum pada titik Lian Hua, diikuti dengan reposisi. Penusukan laser tambahan dilakukan setelah reposisi pada titik akupunktur GV-1, GV-20, ST-36, dan Gang Tuo dengan menggunakan energi 0,5 Joule dan daya 50 mW. Metronidazol diberikan secara intravena dengan dosis 75 mg/kg berat badan selama 3 hari untuk mengatasi diare. Perbaikan terlihat pada hari ketiga pasca operasi, feses kambing berbentuk pelet dan kondisi sfingter ani membaik. Satu bulan setelah operasi, kambing tersebut keluar dengan feses berbentuk pelet, nafsu makan baik, kondisi anal dan sfingter kuat, serta tidak kambuhnya prolaps. Kasus ini menyoroti keberhasilan penanganan prolaps rektum pada kambing dengan menggunakan kombinasi intervensi bedah, tusukan laser, dan terapi antibiotik.
Adikara RTS. 2019. Laserpunktur Hewan. Surabaya: Airlangga University Press hlm 45.
Allen DG, Smith DA, Pringle JK. 1998. Handbooks of Veterinary Drugs. US: J. B. Lippincott Company. 886 pp.
Arulkumar S, Arunkumar R, Ragulraj S, Priyadharsini R. 2022. Correction and management of rectal prolapse in indigenous goat: A case report. The Pharma Innovation Journal. SP-11 (8):698-699. https://doi.org/10.22271/tpi.2022.v11.i5i.12469 DOI: https://doi.org/10.22271/tpi.2022.v11.i5i.12469
Chakrabarti A. 2018. Text Book of Clinical Veterinary Medicine. 4th ed. India, New Delhi: Kalyani Publishers,
Dharmojono. 2013. Basics of Acupuncture and Veterinary Moxibustion- Small Animals. Jakarta (ID): Trubus Agriwidya. 151 pp.
Hartnack A, Jones M. 2017. Surgery of the sheep and goat digestive system. Farm Animal Surgery. 2nd ed US: Elsevier Publishing. 561-567. https://doi.org/10.1016/B978-0-323-31665-1.00021-6 DOI: https://doi.org/10.1016/B978-0-323-31665-1.00021-6
Stux G, Hammerschlag R. 2001. Clinical Acupuncture, Scientific Basis. Berlin (DE): Springer. p 1-28. https://doi.org/10.1007/978-3-642-56732-2 DOI: https://doi.org/10.1007/978-3-642-56732-2
Venkatachalam D, Chambers P, Kongara K, Singh P. 2018. Toxicity and pharmacokinetic studies of lidocaine and its active metabolite, monoethylglycinexylidide, in goat kids. Animals (Basels). 8(8):142.
https://doi.org/10.3390/ani8080142 | PMid:30127249 | PMCid:PMC6115778 DOI: https://doi.org/10.3390/ani8080142
Xie H, Preast V. 2007. Xie's Veterinary Acupuncture. US: Blackwell Publishing. 320. https://doi.org/10.1002/9780470344569 DOI: https://doi.org/10.1002/9780470344569
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




