Combined therapy of laser puncture and surgical repositioning of rectal prolapse accompanied by rupture in goats

Prolapsus Rectum Rupture Rectum Reposisi Laser Puncture

Penulis

  • Roro Soesatyoratih
    susatyoratih@yahoo.co.id
    Division of Surgery and Radiology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Indonesia

Prolaps rektum terjadi ketika rektum menonjol keluar dari anus. Artikel ini melaporkan kasus seekor kambing jantan bernama Jimmy yang dibawa ke Klinik Hewan Cimanggu dengan benjolan menonjol di anusnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan diare dan massa berupa prolaps rektal dengan tiga kali robekan pada dinding rektum disertai pembengkakan dan pendarahan. Jimmy didiagnosis menderita prolaps rektum yang pecah. Perawatan meliputi penjahitan ruptur dan penusukan laser pada lokasi penjahitan dan prolaps rektum pada titik Lian Hua, diikuti dengan reposisi. Penusukan laser tambahan dilakukan setelah reposisi pada titik akupunktur GV-1, GV-20, ST-36, dan Gang Tuo dengan menggunakan energi 0,5 Joule dan daya 50 mW. Metronidazol diberikan secara intravena dengan dosis 75 mg/kg berat badan selama 3 hari untuk mengatasi diare. Perbaikan terlihat pada hari ketiga pasca operasi, feses kambing berbentuk pelet dan kondisi sfingter ani membaik. Satu bulan setelah operasi, kambing tersebut keluar dengan feses berbentuk pelet, nafsu makan baik, kondisi anal dan sfingter kuat, serta tidak kambuhnya prolaps. Kasus ini menyoroti keberhasilan penanganan prolaps rektum pada kambing dengan menggunakan kombinasi intervensi bedah, tusukan laser, dan terapi antibiotik.

Cara Mengutip

1.
Soesatyoratih R. Combined therapy of laser puncture and surgical repositioning of rectal prolapse accompanied by rupture in goats. ARSHI vet lett [Internet]. 2024 Jun. 12 [cited 2026 Jun. 6];8(2):29-30. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/54492