Penanganan spectacular dysecdysis pada seekor ular Boa constrictor di Lombok Wildlife Park, Nusa Tenggara Barat
Unduhan
Lombok Wildlife Park merupakan lembaga konservasi yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan salah satu satwa liar yang ditangani adalah ular. Tulisan ini melaporkan penanganan spectacular dysecdysis pada seekor ular boa (Boa constrictor). Ular bernama Boly, berumur sekitar 1.5 tahun dengan bobot badan 8 ons mengalami eye caps stuck atau spectacular dysecdysis setelah proses pergantian kulit yang tidak sempurna. Terjadi kebengkakan pada jaringan di kedua mata dan boa kehilangan nafsu makan. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik dan anti inflamasi untuk 3 hari pertama dan dilanjutkan dengan supplemen pendukung berupa zat besi dan vitamin B12 intramuskular selama 3 hari berikutnya. Jaringan bengkak pada mata kiri pecah dan menyebabkan kerusakan pada organ mata, sedangkan jaringan yang telah mengering pada mata kanan dikelupas secara manual. Nafsu makan ular sudah kembali membaik dan sudah mau makan dengan sendirinya.
[IUCN]. The International Union for Conservation of Nature. 2021. Boa Constrictor. The IUCN Red List of Threatened Species. [https://www.iucnredlist.org/species/197462/2486405] diakses pada 13 Februari 2023.
[LWP] Lombok Wildlife Park. 2023. Lombok Wildlife Park. [https://lombokwildlifepark.com/] diakses pada 13 Februari 2023
Beam JE, Maiocchi S, Cartaya A, Rowe SE, Bahnson ESM, Con-lon BP. 2022. The use of acute immunosuppressive therapy to improve antibiotic efficacy against intracellular Staphylococcus aureus. Microbiology Spectrum.10(3):1-6. https://doi.org/10.1128/spectrum.00858-22 | PMid:35575507 PMCid:PMC9241675 DOI: https://doi.org/10.1128/spectrum.00858-22
Da Silva MO, Bertelsen MF, Heegaard S, Garner MM. 2015. Ophidian spectaculitis and spectacular dysecdysis: a histologic description. Veterinary pathology. 52(6):1220-1226. https://doi.org/10.1177/0300985815588605 | PMid:26077780 DOI: https://doi.org/10.1177/0300985815588605
Doneley B, Monks D, Johnson R, Carmel B. 2018. Reptile Medicine and Surgery in Clinical Practice. Oxford (UK): John Wiley & Sons Ltd. https://doi.org/10.1002/9781118977705 DOI: https://doi.org/10.1002/9781118977705
Govendan PN, Kurniawan LK. 2020. Unilateral spectaculotomy on a Burmese Python (Python bivittatus) with subspectacular abscess: A case report. Jurnal Riset Veteriner Indonesia (Journal of The Indonesian Veterinary Research). 4(1):8-11. https://doi.org/10.20956/jrvi.v4i1.8445 DOI: https://doi.org/10.20956/jrvi.v4i1.8445
Harkewicz KA. 2002. Dermatologic problems of reptiles. In Seminars in Avian and Exotic Pet Medicine. 11(3):151-161. https://doi.org/10.1053/saeb.2002.123977 DOI: https://doi.org/10.1053/saeb.2002.123977
Hausmann JC, Hollingsworth SR, Hawkins MG, Kass PH, Maggs DJ. 2013. Distribution and outcome of ocular lesions in snakes examined at a veterinary teaching hospital: 67 cases (1985-2010). Journal of the American Veterinary Medical Association. 243(2):252-260. https://doi.org/10.2460/javma.243.2.252 | PMid:23822083 DOI: https://doi.org/10.2460/javma.243.2.252
Lindemann L. 2009. Boa constrictor (On-line), Animal Diversity. [https://animaldiversity.org/accounts/Boa_constrictor/] diakses pada 13 Februari 2023.
Naomi C, Gorda IW, Wardhita AAGJ. 2019. Studi kasus: Heman-gioma kutaneus pada anjing lokal. Indonesia Medicus Veterinus. 8(2): 131- 143.
Plumb DC. 2011. Plumb's veterinary drug handbook. 7th ed. United States: John Wiley & Sons. Inc.
Prudenta O, Mardasella A, Sahmiranda D, Ardianto Y, Aeka A. 2021. Gagal ginjal kronis pada kucing domestik rambut pendek. Media Kedokteran Hewan. 32(1):29-39. https://doi.org/10.20473/mkh.v32i1.2021.29-39 DOI: https://doi.org/10.20473/mkh.v32i1.2021.29-39
Waxman S, Prados AP, de Lucas J, Andrés MI, Regner P, de Olieveira V, de Roodt A, Rodriguez C. 2014. Pharmacokinetic behavior of enrofloxacin and its metabolite ciprofloxacin in Urutu pit vipers (Bothrops alternatus) after intramuscular administration. Journal of Zoo and Wildlife Medice. 45(1):78-85. https://doi.org/10.1638/2013-0131R.1 | PMid:24712165 DOI: https://doi.org/10.1638/2013-0131R.1
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




