Resistansi Escherichia coli asal feses sapi di wilayah Bogor terhadap antimikrob

antimikrob ESBL Escherichia coli resistansi sapi

Penulis

  • Dordia Anindita Rotinsulu
    dordia.rotinsulu@apps.ipb.ac.id
    Divisi Mikrobiologi Medik, Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  • Usamah Afiff Divisi Mikrobiologi Medik, Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  • Diyah Septiriyanti Program Sarjana Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, Institut Pertanian Bogor, Indonesia

Unduhan

Resistansi bakteri terhadap antimikrob telah menjadi permasalahan global. Pengujian resistansi antimikrob bakteri dari hewan penting dilakukan terutama dengan adanya resistansi antimikrob pada manusia yang diduga bersumber pada ternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran resistansi Escherichia coli (E. coli) yang diisolasi dari feses sapi terhadap berbagai antimikrob, yaitu aztreonam, basitrasin, sefpodoksim, enrofloksasin, fosfomisin, gentamisin, dan kloramfenikol. Uji resistansi antimikrob dilakukan menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil uji diinterpretasi menurut Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). Isolat E. coli asal feses sapi yang diperiksa resistan terhadap aztreonam (40%), sefpodoksim (40%), fosfomisin (50%), basitrasin (100%), dan gentamisin (10%). Isolat E. coli sebanyak 30% memiliki kepekaan intermediat terhadap fosfomisin. Seluruh isolat sensitif terhadap kloramfenikol (100%), dan sebagian besar sensitif terhadap enrofloksasin (90%) dan gentamisin (90%). Isolat E. coli yang resistan terhadap aztreonam dan sefpodoksim diduga berfenotip extended spectrum β-lactamase (ESBL). Pengobatan infeksi E. coli pada sapi harus memperhatikan gambaran resistansi isolat terhadap antimikrob.

Cara Mengutip

1.
Rotinsulu DA, Afiff U, Septiriyanti D. Resistansi Escherichia coli asal feses sapi di wilayah Bogor terhadap antimikrob. ARSHI vet lett [Internet]. 2022 Nov. 17 [cited 2026 Jun. 6];6(4):75-6. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/45098

Penanganan kasus prolaps vagina pada sapi induk tidak bunting

Kuntum Rahmawati, Desi Khairunissa Rahayuningtyas, Fatri Alhadi, Yudi Fikri, Mokhamad Fakhrul...