Penanganan skabies pada kucing di Yourdaily Petshop and Vet Jakarta Timur
Unduhan
Skabies merupakan penyakit sistem integumen pada kucing yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei maupun Noroedres cati. Tungau masuk jaringan kulit dengan menembus lapisan epidermis, kemudian membuat terowongan sebagai tempat untuk bersarang dan bertelur. Aktivitas mekanis dan enzimatis tungau didalam lapisan epidermis menimbulkan reaksi alergi dan gejala klinis berupa pruritus, alopesia, papula, hyperkeratosis dan krusta pada hewan. Studi kasus ini melaporkan tampilan gejala klinis, pemeriksaan penunjang dan penanganan kasus skabies pada kucing bernama Chelsea ras Persia berumur 7 tahun. Kucing dibawa pemiliknya ke klinik hewan karena ada keropeng pada telingan. Pemeriksaan fisik dilakukan dan diagnosa penunjang berupa skin scraping pada superfisial pinna telinga. Hasil pemeriksaan skin scraping ditemukan infestasi tungau Notoedres cati pada kucing. Penanganan yang diberikan berupa injeksi antiparasit ivermectin, antihistamin diphenhydramine, dan kucing dimandikan dengan sampo lime sulfur 2%. Pemilik kucing Chelsea diminta kembali datang ke klinik pada hari ke 14 pasca terapi untuk melakukan kontrol dan hasilnya sudah tidak ditemukan infestasi tungau. Injeksi ivermectin kedua tetap diberikan untuk memastikan tungau telah tereliminasi secara keseluruhan.
Englar RE. 2017. Performing the Small Animal Physical Examination. 1st ed. Wiley Blackwell.
Hnilica KA, Patterson AP. 2017. Parasitic Skin Disorders. In Small Animal Dermatology. 4th ed. Elsevier. p132–172.
Horwitz DF, Rodan I. 2018. Behavioral awareness in the feline consultation: Understanding physical and emotional health. Journal of feline medicine and surgery. 20(5):423-436.
Maddison JE, Page SW, Church DB. 2008. Antiparasitic drugs. In Small Animal Clinical Pharmacology. 2nd ed. Elsevier Health Sciences.
Papich MG. 2016. Saunders handbook of veterinary drugs-e-book: small and large animal. 4th ed. Elsevier Health Sciences.
Pudjiatmoko, Syibli M, Nurtanto S, Lubis N, Syafrison, Yulianti S, Dhony KN, Yohana CK, Setianingsih E, Nurhidayah, Efendi D, Saudah E. 2014. Manual Penyakit Hewan Mamalia. In Direktorat Kesehatan Hewan. 4th ed. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Ramsey I. 2014. BSAVA Small Animal Formulary. 8th Revised ed. British Small Animal Veterinary Association.
Reddy BS, Sivajothi S. 2014. Notoedric mange associated with malassezia in cats. International Journal of Veterinary Health Science and Research 2(01):18-20.
Taylor MA, Coop RL, Wall RL. 2015. Veterinary Parasitology. 4th ed. Wiley-Blackwell.
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




