Kecacingan pada Saluran Pencernaan Trenggiling Jawa (Manis javanica) dan Pengendaliannya

albendazole ascarid telur cacing trenggiling jawa strongylid

Authors

  • Riyan Wahyu Setiadi Program Sarjana, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  • Risa Tiuria Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  • Chairun Nisa
    chnisa@yahoo.com
    Departemen Anatomi, Fisiologi, dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Salah satu kendala dalam upaya konservasi Trenggiling jawa secara ex-situ adalah masalah penyakit, salah satunya kecacingan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis cacing saluran pencernaan yang menginfeksi empat ekor Trenggiling jawa,serta mengetahui efektivitas dari anthelmintika yang diberikan. Identifikasi tipe telur, jenis larva, dan derajat infeksi kecacingan dilakukan dengan menggunakan teknik parasitologi. Hasil menunjukkan trenggiling yang dipelihara di kandang terinfeksi oleh cacing tipe Strongylid dan Ascarid. Seluruh trenggiling terinfeksi oleh cacing genus Strongylus. Infeksi ganda terjadi pada duaekortrenggiling, masing-masingoleh cacing genus Strongylus dan Trichostrongylus, serta cacing genus Strongylus dan Ascaris. Trenggiling terinfeksi cacing dengan derajat infeksi kategori ringan hingga sedang. Pemberian Albendazole dengan dosis 10 mg/ kgbb setiap pekan mampu menurunkan jumlah telur cacing sebesar 100%.

How to Cite

1.
Setiadi RW, Tiuria R, Nisa C. Kecacingan pada Saluran Pencernaan Trenggiling Jawa (Manis javanica) dan Pengendaliannya. ARSHI vet lett [Internet]. 2017 Aug. 14 [cited 2026 Jun. 6];1(1):11-2. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/17525

Diare Kronis pada Trenggiling Jawa (Manis Javanica)

Chusnul Choliq, Chairun Nisa, Danny Umbu Tay Hambandima, Muhammad Sulthan Rasyid Rifai