Pola resistensi Staphylococcus koagulase positif yang diisolasi dari burung lovebird terhadap beberapa antibiotik

antibiotik lovebird resistensi Staphylococcus koagulase positif

Authors

  • Anggia Murni Wijiati
    mwjtanggia@apps.ipb.ac.id
    Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  • Usamah Afiff Divisi Mikrobiologi Medik, Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner , Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  • Aulia Andi Mustika Divisi Farmakologi dan Toksikologi, Departemen Anatomi, Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia

Informasi dan pengetahuan masyarakat yang masih minim mengenai antibiotik burung hias dapat menimbulkan penyalahgunaan dan resistensi antibiotik. Staphylococcus koagulase positif merupakan salah satu bakteri Gram positif yang bersifat patogen dan dapat menginfeksi burung lovebird. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui resistensi Staphylococcus koagulase positif yang diisolasi dari swab kloaka burung lovebird terhadap beberapa antibiotik yang berbeda. Isolat bakteri yang digunakan sebanyak empat buah dan diuji terhadap antibiotik gentamisin, eritromisin, siprofloksasin, tetrasiklin, dan doksisiklin menggunakan metode difusi cakram menurut Kirby-Bauer. Interpretasi hasil dan penentuan sifat kepekaan mengacu pada Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI 2018). Hasil uji resistensi yang didapatkan bervariasi. Sifat resistensi hanya didapatkan terhadap gentamisin pada isolat 4. Intermediet didapatkan terhadap gentamisin pada isolat 1, serta terhadap eritromisin dan siprofloksasin pada isolat 4. Isolat 2 dan 3 menunjukkan kepekaan sensitif terhadap gentamisin, eritromisin, siprofloksasin, tetrasiklin, dan doksisiklin.

How to Cite

1.
Anggia Murni Wijiati, Afiff U, Mustika AA. Pola resistensi Staphylococcus koagulase positif yang diisolasi dari burung lovebird terhadap beberapa antibiotik. ARSHI vet lett [Internet]. 2021 Jul. 27 [cited 2026 Jun. 6];5(1):15-6. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/35847