Seroprevalensi kejadian toksoplamosis pada kambing di UD Gading Mas Kabupaten Kediri

toxoplamosis kambing ToMAT IgG IgM

Authors

  • Fidi Nur Dameanti
    fididameanti88@gmail.com
    Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, Indonesia
  • Mira Fatmawati Laboratorium Kesmavet, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Indonesia
  • Ani Setianingrum Laboratorium Kesmavet, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Indonesia
  • Ajeng Erika Laboratorium Kesmavet, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Indonesia

Toksoplasmosis merupakan penyakit zoonosis prioritas berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4026/Kpts/OT.140/4/2013. Salah satu penularan toksoplasmosis adalah melalui konsumsi daging kambing yang mengandung kista. Inang definitif toksoplasmosis adalah kucing, sedangkan kambing, domba dan manusia merupakan inang perantara. Rata-rata prevalensi toksoplasmosis di Jawa adalah 42,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi toksoplasmosis sebagai data dasar dalam menentukan jumlah sampel penelitian lanjutan mengenai pemetaan kasus toksoplasmosis. Sampel darah diambil pada seluruh populasi kambing yang ada di UD Gading Mas Kabupaten Kediri. Pengujian IgG dan IgM pada serum kambing menggunakan Toxoplasma Modified Agglutination Test (ToMAT) di Balai Veteriner Lampung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prevalensi toksoplasmosis di UD Gading Mas Kabupaten Kediri adalah IgG positif 100% dan IgM positif  38,5%.

How to Cite

1.
Dameanti FN, Fatmawati M, Setianingrum A, Erika A. Seroprevalensi kejadian toksoplamosis pada kambing di UD Gading Mas Kabupaten Kediri. ARSHI vet lett [Internet]. 2019 May 29 [cited 2026 Jun. 6];3(2):35-6. Available from: https://journal.ipb.ac.id/index.php/arshivetlett/article/view/25511