Fistula tembolok pada kakatua putih (Cacatua alba)

  • Intan Maria Paramita Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor
  • Leoisna Nirbhita Fajrin Klinik Hewan Kayu Manis Yogyakarta
  • Ranin Oktrianinta Klinik Hewan Kayu Manis Yogyakarta
  • Haris Darmawan Klinik Hewan Kayu Manis Yogyakarta
Keywords: fistula tembolok, kakatua putih

Abstract

Pemeliharaan burung kakatua di Indonesia secara individual menyebabkan burung mudah mengalami stress dan menimbulkan perilaku feather pecking atau mencabuti bulunya sendiri. Perilaku ini dapat menyebabkan luka pada area yang bulunya dicabuti dan jika hal tersebut terjadi di area tembolok akan menyebabkan fistula tembolok. Fistula juga dapat disebabkan oleh kesalahan manajemen pakan dengan memberikan pakan terlalu banyak atau terlalu panas. Tembolok yang sudah berlubang dapat diperbaiki dengan melakukan penjahitan dan pemberian enrofloxacin secara oral. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki edukasi klien terkait manajemen pemberian pakan agar tidak terlalu banyak atau terlalu panas, dan juga terkait enrichment pada kakatua yang dipelihara secara individual.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hoefer HL. 2012. Crop Burn in an Umbrella Cockatoo. Compendium: Continuing Education for Veterinarians. 34(4):1.

Van Zeeland YRA, Spruit BM, Rodenburg B, Riedstra B, Van Hierden YM, Buitenhuis B, Korte M, Lumeij JT. 2009. Feather damaging behavior in parrots: A review with consideration of comparative aspects. Applied Animal Behaviour Science. 121: 75-95.

Published
2017-08-14
How to Cite
Paramita, I. M., Fajrin, L. N., Oktrianinta, R., & Darmawan, H. (2017). Fistula tembolok pada kakatua putih (Cacatua alba). ARSHI Veterinary Letters, 1(1), 3-4. https://doi.org/10.29244/avl.1.1.3-4

Most read articles by the same author(s)