Opsi Kelembagaan Keamanan Laut Indonesia dalam Perspektif Negara Kepulauan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0702.1207-1211

Keywords:

ALKI, coast guard, integrasi, keamanan, kepualauan

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak strategis di antara Samudra Hindia dan Pasifik serta dilintasi oleh tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), memiliki peran sentral dalam perdagangan maritim global dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Namun, sistem keamanan laut Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan serius akibat desain kelembagaan yang bersifat sektoral dan terfragmentasi, yang menyebabkan lemahnya koordinasi antarinstansi, tumpang tindih kewenangan, dan inefisiensi dalam merespons ancaman maritim seperti penyelundupan, penangkapan ikan ilegal, dan pelanggaran wilayah. Perbandingan dengan model coast guard dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, dan Malaysia menunjukkan pentingnya kelembagaan yang terintegrasi secara fungsional dan struktural. Dalam konteks Indonesia, ditawarkan tiga opsi kelembagaan: model eksisting yang bersifat koordinatif, model terintegrasi penuh, dan model terintegrasi parsial. Dari ketiganya, model integrasi parsial dinilai paling realistis untuk diterapkan dalam jangka menengah karena mampu meningkatkan efektivitas kelembagaan secara bertahap tanpa menimbulkan resistensi kelembagaan yang tinggi, sekaligus mempersiapkan fondasi hukum dan institusional menuju sistem keamanan laut yang lebih terpadu, adaptif, dan berdaya saing global

References

Buraga, M. and Fournol, T. 2022. Indo-french cooperation and engagement in holistic maritime security: possibilities and implications in the indian ocean region. Electronic Journal of Social & Strategic Studies, 03(02), 241-257. https://doi.org/10.47362/ejsss.2022.3209 DOI: https://doi.org/10.47362/EJSSS.2022.3209

Godfrey, J. 1996. The effect of the indonesian throughflow on ocean circulation and heat exchange with the atmosphere: a review. Journal of Geophysical Research Atmospheres, 101(C5), 12217-12237. https://doi.org/10.1029/95jc03860 DOI: https://doi.org/10.1029/95JC03860

Kannad, A., Goodkin, N., Samanta, D., Murty, S., Ramos, R., Smerdon, J., & Gordon, A. 2022. Drivers of coral reconstructed salinity in the south china sea and maritime continent: the influence of the 1976 indo‐pacific climate shift. Journal of Geophysical Research Oceans, 127(6). https://doi.org/10.1029/2021jc017787 DOI: https://doi.org/10.1029/2021JC017787

Roy, N. 2019. Reviewing ocean governance in asia. Asian Journal of Comparative Politics, 5(4), 437-448. https://doi.org/10.1177/2057891119883127 DOI: https://doi.org/10.1177/2057891119883127

Sprintall, J., Wijffels, S., Molcard, R., & Jaya, I. 2009. Direct estimates of the indonesian throughflow entering the indian ocean: 2004–2006. Journal of Geophysical Research Atmospheres, 114(C7). https://doi.org/10.1029/2008jc005257. DOI: https://doi.org/10.1029/2008JC005257

Opsi Kelembagaan Keamanan Laut Indonesia dalam Perspektif Negara Kepulauan

Downloads

Published

2025-07-30

How to Cite

Solihin, A. (2025). Opsi Kelembagaan Keamanan Laut Indonesia dalam Perspektif Negara Kepulauan. Policy Brief Pertanian, Kelautan, Dan Biosains Tropika, 7(2), 1207-1211. https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0702.1207-1211

Similar Articles

11-20 of 41

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)