DINAMIKA TEMPORAL KOMUNITAS LAMUN PADA MUSIM KEMARAU DI INTERTIDAL MADASANGER, KABUPATEN SUMBAWA BARAT

  • Tria Khairunnisa Institut Pertanian Bogor
  • Fredinan Yulianda Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK-IPB, Bogor
  • Rahmat Kurnia Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK-IPB, Bogor

Abstract

ABSTRAK

Lamun merupakan salah satu komunitas di intertidal Madasanger. Kawasan intertidal merupakan kawasan yang dinamis, dipengaruhi oleh perubahan pasang dan surut yang membuat kondisi lingkungannya tidak stabil sehingga menyebabkan perubahan terhadap habitat tempat hidup lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika komunitas lamun di intertidal Madasanger pada musim kemarau. Pengamatan komunitas lamun dilakukan pada dua stasiun pengamatan sejajar garis pantai, yaitu zona atas dan zona bawah, pada musim kemarau (April). Keberadaan lamun memperlihatkan pola yang dinamis berdasarkan tutupan dan sebaran spasial lamun. Komunitas lamun terdiri atas lima genus, yaitu Cymodocea, Halodule, Halophila, Syringodium dan Thalassia, dengan tutupan rata-rata berkisar antara 36,5-75,67%. Selama 2014-2018, kondisi tutupan lamun tertinggi terjadi pada 2016. Kondisi lingkungan pada 2016 yang relatif stabil dengan curah hujan dan masukan air tawar yang relatif lebih rendah, merupakan kondisi lingkungan terbaik untuk kehidupan lamun, sehingga pertumbuhan lamun relatif lebih baik. Lamun hidup lebih baik pada substrat yang lebih dalam, terutama lamun Halodule dan Syringodium. Dinamika komunitas lamun di intertidal Madasanger diduga disebabkan oleh pergerakan substrat, yang diikuti dengan perubahan pola sebaran lamun selama lima tahun.

 

ABSTRACT

Seagrass is one of the communities in the intertidal Madasanger. Due to environmental characteristic, this intertidal area is always dynamic mainly is caused by a change of tidal wave. This condition cause habitat for seagrass living often changes. The aim of this study is to analyzed dynamic community of seagrass on the dry season in Madasanger. Seagrass community was observed at two stations parallel to the coastline, such as high tide zone and low tide zone during dry season (April). The seagrass community distributed dynamically based on percent cover and spatial pattern. There are five genera of seagrass such as Cymodocea, Halodule, Halophila, Syringodium, and Thalassia cover the habitat with 36.5-75.67%. During period 2014-2018, the highest percent cover of seagrass was found in 2016. This condition in 2016 is the best environment for seagrass living because of limiting rainfall (input of freshwater). The seagrass habitat lived better mainly Halodule and Syringodium in deeper substrate. The dynamic of seagrass community intertidal Madasanger showed by the sand movement follow up with the changes of seagrass spatial distribution during five years.

Published
2019-08-21