POLA SPASIAL DAN TEMPORAL DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS MENGGUNAKAN DATA OSEANOGRAFI DI PERAIRAN SUMATERA BARAT

  • Mutiara Alkayakni Harahap Bogor Agricultural University
  • Vincentius Paulus Siregar Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK-IPB, Bogor
  • Syamsul Bahri Agus Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK-IPB, Bogor

Abstract

ABSTRAK

Perairan Sumatera Barat merupakan salah satu perairan yang memiliki potensi sumberdaya ikan yang sangat besar. Aktivitas penangkapan ikan banyak dilakukan di dekat pantai dan alat tangkap yang digunakan untuk penangkapan ikan di perairan Sumatera Barat salah satunya adalah bagan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan pelagis di perairan Sumatera Barat. Data yang digunakan berupa data SPL dan klorofil-a dalam kurun waktu tahun 2014 – 2016. Variabilitas SPL dan klorofil-a dianalisis menggunakan metode Empirical Orthogonal Function (EOF). Penelitian ini menunjukkan mode EOF SPL memperlihatkan bahwa keseluruhan nilai kisaran SPL berada diatas rata-rata (anomali positif) dengan ragam total sebesar 81,24%, sedangkan klorofil-a memperlihatkan bahwa nilai keseluruhan variabilitas berada pada rata-rata (anomali negatif) ragam total sebesar 70,23 %. Hasil korelasi silang antara SPL dengan ikan pelagis terdapat jeda waktu 2,2 bulan berarti ikan pelagis mendahului SPL dan dominan terjadi pada periode 6 bulanan. Hubungan antara klorofil-a dengan ikan pelagis dominan pada periode 0,5 tahun yang menunjukkan terdapat jeda antara klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan pelagis dengan jeda waktu 22 hari.  

 

ABSTRACT

The West Sumatera waters is one of the waters that has a huge potential for fish resources. Many fishing activities carried out near the coast, and fishing gear used in West Sumatra waters is a Bagan. This study aims to determine the relationships between sea surface temperature and Chl-a concentration with pelagic fish catches in West Sumatera waters. The data used were SST and Chl-a in the periode of 2014 – 2016. The variability of SST and Chl-a data was analyzed using Empirical Orthogonal Function (EOF) method. This study shows that the EOF SPL mode indicates that the overall value of SPL range is above the average (positive anomaly) with a total variance of 81.24%, while the Chl-a shows that the overall value of variability is at an average (negative anomaly) variance of 70.23%. The results of cross-correlation between SPL and pelagic fish have a lag time of 2.2 months, meaning that pelagic fish predates SST and predominantly occurs in a 6-month period. The relationship between Chl-a and pelagic fish was dominant in the 0.5 year period which showed a gap between Chl-a and pelagic fish catches with a lag time of 22 days.

Author Biographies

Mutiara Alkayakni Harahap, Bogor Agricultural University
Departement Technology And Marine Science
Vincentius Paulus Siregar, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK-IPB, Bogor
Technology and Marine Science
Syamsul Bahri Agus, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK-IPB, Bogor
Technology and Marine Science
Published
2019-08-21