KARAKTERISTIK PENYAKIT WHITE BAND DISEASE DAN WHITE SYNDROME SECARA VISUAL DAN HISTOLOGI PADA KARANG Acropora sp. DARI PULAU GILI LABAK SUMENEP MADURA

  • Fajar Miftachul Huda Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Kelautan dan Perikanan, Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Indonesia
  • Makhfud Effendy Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Kelautan dan Perikanan, Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Indonesia
  • . Insafitri Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Kelautan dan Perikanan, Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Indonesia
  • Wahyu Andy Nugraha Department of Marine Sciences, Universitas Trunojoyo Madura

Abstract

ABSTRAK

Penyakit white band disease dan white syndrome yang menyerang karang Acropora sp. di Pulau Gili Labak merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan, sebab terjadinya kematian terumbu karang yang disebabkan oleh penyakit karang bukan hanya akan berpengaruh pada fungsi ekologis terumbu karang namun juga akan mempengaruhi fungsi ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi penyakit karang dengan metode histologi dengan studi kasus di Pulau Gili Labak, Poteran, Sumenep-Madura. Pengambilan sampel penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2017 di perairan Pulau Gili Labak Kabupaten Sumenep. Penelitian deteksi penyakit pada jaringan karang dengan metode histologi dilakukan pada Laboratorium Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Analisa data dilakukan dengan metode analisa deskriptif. Ditemukan jaringan karang Acropora sp. yang terserang penyakit white band disease dan white syndrome yang terjadi banyak perbedaan antara jaringan karang yang sehat dengan yang sakit. Umumnya pada jaringan karang yang sehat terlihat susunan sel pada jaringan karang terlihat masih baik dan utuh, sedangkan pada jaringan karang yang sakit menunjukan bahwa jaringan mengalami degradasi disebabkan oleh jaringan yang lisis dan nekrosis, jaringan sakit terlihat hilang dan mulai hancur. Penyakit white band disease dicirikan dengan adanya jaringan yang mengelupas dari skeleton karang, sedangkan penyakit white syndrome hilangnya jaringan dimulai pada epidermis terlebih dahulu lalu merambat kedalam skeletonnya.

 

ABSTRACT

White band disease and white syndrome attacking Acropora sp. on the island of Gili Labak is one of the issues that need to be considered, because the loss of coral caused by disease will not only affect the ecological function of coral reefs but will also affect the economic function. The sampling of this research was conducted in April 2017 in the waters of Gili Labak Island of Sumenep Regency. Research on detection of coral tissue disease by histology method was done at Histology Laboratory Faculty of Medicine Universitas Brawijaya Malang. Data analysis was done by descriptive analysis method. Acropora sp. who are affected by white band disease and white syndrome showed the difference between healthy and affected coral tissues. Generally, on healthy coral tissue, the structure of the cells in coral tissue looks good and intact, whereas in diseased coral tissue show tissue degradation caused by lysis tissue and necrosis, tissue is lost and starts to disintegrate. The white band disease is characterized by the presence of peeling tissue from coral skeleton. While white syndrome disease loss of tissue begins in the epidermis first then propagate into their skeleton.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-12-01