Perbedaan Determinan Stunting Balita pada Dua Kabupaten dan Kota dengan Prevalensi Tinggi dan Rendah

Differences in Stunting Determinants among Under-Five Children in a High and Low Prevalence Region in Indonesia

Penulis

  • Yulia Srirezeki Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, Bogor 16680, Jawa Barat, Indonesia
  • Dodik Briawan Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, Bogor 16680, Jawa Barat, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-3241-4983
  • Yekti Widodo Direktorat Pengukuran dan Indikator Riset, Teknologi, dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta 10340, DKI Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25182/jigd.2025.4.3.235-244

Kata Kunci:

diare, pedesaan, perkotaan, sanitasi, stunting

Abstrak

Indonesia menempati peringkat ke-59 human capital index (HCI) di antara 117 negara-negara dengan tingkat pendapatan menengah ke bawah. Persentase balita bebas stunting adalah salah satu indikator pengukuran HCI. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan Provinsi Banten sebagai prevalensi stunting yang tinggi (20%). Banten ditetapkan sebagai provinsi prioritas percepatan penurunan stunting di Indonesia. Wilayah penelitian yang dipilih adalah Kabupaten Pandeglang sebagai prevalensi stunting tinggi (29,4%) dan Kota Tangerang Selatan sebagai prevalensi stunting rendah (9%) berdasarkan SSGI 2022. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan determinan stunting balita di Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Pandeglang. Jenis penelitian ini memanfaatkan data sekunder hasil SSGI 2022. SSGI 2022 menggunakan desain studi cross-sectional. Subjek adalah balita (0-59 bulan) dengan total 551 di Kota Tangerang Selatan dan 291 di Kabupaten Pandeglang sehingga total subjek adalah 842 balita. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS 22. Regresi Logistik Berganda pada signifikansi 5% dan taraf kepercayaan 95% digunakan sebagai analisa data. Determinan stunting di Kabupaten Pandeglang diantaranya tinggal di pedesaan (OR= 2,251), panjang badan lahir rendah (OR= 2,559), dan riwayat diare (OR=3,157). Sanitasi yang tidak baik (OR=31,328) merupakan determinan stunting yang berpengaruh di Kota Tangerang Selatan. Intervensi penurunan stunting di Kabupaten Pandeglang diperlukan secara komprehensif baik pada tingkat individu maupun rumah tangga sementara Kota Tangerang Selatan pada tingkat rumah tangga. 

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-03

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

“Perbedaan Determinan Stunting Balita pada Dua Kabupaten dan Kota dengan Prevalensi Tinggi dan Rendah: Differences in Stunting Determinants among Under-Five Children in a High and Low Prevalence Region in Indonesia” (2025) Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 4(3), pp. 235–244. doi:10.25182/jigd.2025.4.3.235-244.