Laporan Kasus: Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Riwayat Hipoglikemi Terkoreksi dan Chronic Kidney Disease (CKD) di RSUD Cibinong

Case Report: Standardized Nutrition Care Process for a Type 2 Diabetes Mellitus Patient with Corrected Hypoglycemia and Chronic Kidney Disease (CKD) at RSUD Cibinong

Penulis

  • Nur Aliah Program Studi Dietisien, Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manuasia, IPB University, Bogor 16680, Jawa Barat,Indonesia
  • Sri Anna Marliyanti Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, Bogor 16680, Jawa Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25182/jigd.2025.4.3.182-189

Kata Kunci:

diabetes mellitus tipe II, kolaborasi profesional, penyakit ginjal kronis, proses asuhan gizi terstandar

Abstrak

Diabetes Melitus (DM) merupakan serangkaian penyakit metabolik yang memiliki tanda dan gejala hiperglikemia. Kondisi DM yang tidak terkontrol menyebabkan hiperglikemia kronik sehingga membuat glucose load ke ginjal meningkat. Hal ini membuat beban ginjal semakin meningkat yang jika terjadi terus menerus dapat menyebabkan fungsi ginjal menurun yang ditandai dengan hasil nilai laboratorium ureum dan kreatinin yang tinggi. Kadar ureum yang tinggi menyebabkan sindrom uremia yang salah satunya merupakan terganggunya keseimbangan asam dan basa. Hal ini dapat menyebabkan produksi asam lambung meningkat dan membuat mual. Mual yang dirasakan berpengaruh pada nafsu makan yang juga mengalami penurunan, penurunan nafsu makan akan mengakibatkan asupan makan berkurang sehingga akan menyebabkan terjadinya hipoglikemi. Tujuan studi kasus ini menerapkan proses asuhan gizi terstandar (PAGT) dan kolaborasi profesional pemberi asuhan (PPA) tehadap pasien penyakit dalam (Diabetes Melitus) di RSUD Cibinong. Laporan ini memaparkan kasus pasien perempuan berusia 54 tahun dengan diabetes mellitus tipe 2 riwayat hipoglikemi dan chronic kidney disease (CKD), status gizi normal. Pasien dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) karena tidak sadarkan diri. Hasil pemeriksaan biokimia mengalami hipoglikemi, ureum dan creatinin tinggi, serta hemoglobin rendah. Diagnosis gizi yang ditegakkan adalah NI-2.1  Asupan oral tidak adekuat, NC-2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi, dan NB-1.6 Ketidakpatuhan terhadap rekomendasi gizi yang diberikan. Pemberian terapi dilakukan secara kolaborasi antar profesional pemberi asuhan. Pemberian diet pada pasien sesuai dengan kondisi pasien dengan memperhitungkan kebutuhan gizi sesuai dengan status gizi, faktor aktifitas, faktor stress serta usia. Diet yang diberikan diet diabetes melitus rendah protein dengan konsistensi lunak, route melalui oral. Asupa zat gizi selama tiga hari intervensi mengalami peningkatan, rata-rata asupan energi 72,33%, protein 74,67%, lemak 75,67% dan karbohidrat 67%. Kesimpulan: Penerapan proses asuhan gizi terstandar yang didukung oleh kolaborasi dalam memberikan pelayanan memberikan kesehatan yang optimal bagi pasien sehingga status tidak terjadi malnutrisi dan glukosa darah terkontrol.

 

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-03

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

“Laporan Kasus: Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Riwayat Hipoglikemi Terkoreksi dan Chronic Kidney Disease (CKD) di RSUD Cibinong: Case Report: Standardized Nutrition Care Process for a Type 2 Diabetes Mellitus Patient with Corrected Hypoglycemia and Chronic Kidney Disease (CKD) at RSUD Cibinong” (2025) Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 4(3), pp. 182–189. doi:10.25182/jigd.2025.4.3.182-189.