Cannibalism control of Asian seabass Lates calcarifer fry by melatonin hormone administration

Authors

  • Muhammad Rifki Perdian Aquaculture Science, Post Graduate Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University, Bogor, West Java, Indonesia
  • Agus Oman Sudrajat Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University, Bogor, West Java 16680, Indonesia
  • Odang Carman Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University, Bogor, West Java 16680, Indonesia
  • Harton Arfah Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University, Bogor, West Java 16680, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.19027/jai.25.1.70-80

Abstract

Cannibalism is one of the causes low survival rate white snapper fry due to its aggressiveness. Melatonin is a hormone that can modulate aggressive interactions in fish. This study aims to evaluate effect of melatonin hormone on the level cannibalism sea bass. This study used completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and three replications, namely control (without melatonin hormone administration), melatonin doses of 5, 10, and 15 µg/g fish. Hormone administration was done orally through feed supplementation. Sea bass fry used were 2.82 ± 0.41 cm average length and 0.53 ± 0.08 g average weight. Stocking density was 2 fish/L. Sea bass were reared for 30 days with flow through system and fed three times a day in restricted manner (Feeding rate 15%). The results showed the administration of melatonin hormone can reduce level cannibalism, increase melatonin hormone levels, increase estradiol 17β hormone, and have no effect on body glucose levels sea bass. Melatonin dose 10 µg/g fish can reduce level cannibalism by 40.67% (P<0.05). The highest total cannibalism was found in the control treatment with a value of 58.67% (P <0.05). The administration of melatonin hormone did not affect the growth body weight and length of sea bass (P>0.05). Increasing dose melatonin beyond 10 µg/g fish tends to increase cannibalism. These results indicate the administration of melatonin hormone at a dose of 10 µg/g fish is the optimal dose to reduce cannibalism and increase fry survival, which is expected to increase the productivity of sea bass hatcheries.

Keywords: aggressiveness, Asian seabass, cannibalism, melatonin

 

Abstrak

Kanibalisme merupakan salah satu penyebab rendahnya tingkat kelangsungan hidup benih kakap putih akibat sifat agresivitasnya. Hormon melatonin merupakan hormon yang dapat memodulasi interaksi agresif pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh hormon melatonin terhadap tingkat kanibalisme ikan kakap putih. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu kontrol (tanpa pemberian hormon melatonin), melatonin dosis 5, 10, dan 15 µg/g ikan. Pemberian hormon dilakukan secara oral melalui suplementasi pakan. Benih kakap putih yang digunakan berukuran panjang rata-rata 2,82 ± 0,41 cm dan berat rata-rata 0,53± 0,08 g. Padat tebar yaitu 2 ekor/L. Benih kakap putih dipelihara selama 30 hari dengan sistem flow through dan pemberian pakan sebanyak tiga kali sehari secara restricted (Feeding rate 15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon melatonin dapat menurunkan tingkat kanibalisme, meningkatkan kadar hormon melatonin, cenderung meningkatkan hormon estradiol 17β, dan tidak berpengaruh terhadap kadar glukosa tubuh benih kakap putih. Melatonin dosis 10 µg/g ikan dapat mengurangi tingkat kanibalisme sebesar 40,67% (P<0,05). Total kanibalisme tertinggi terdapat pada perlakuan kontrol dengan nilai sebesar 58,67% (P<0,05). Pemberian hormon melatonin tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot dan panjang tubuh benih kakap putih (P>0,05). Peningkatan dosis melatonin melebihi 10 µg/g ikan cendrung meningkatkan kanibalisme. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian hormon melatonin dosis 10 µg/g ikan merupakan dosis optimal untuk mengurangi kanibalisme dan meningkatkan kelangsungan hidup benih, sehingga diharapkan  dapat meningkatkan produktivitas pembenihan kakap putih.

Kata kunci: agresivitas, kakap putih, kanibalisme, melatonin

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-01-07

How to Cite

[1]
Rifki Perdian, M. et al. 2026. Cannibalism control of Asian seabass Lates calcarifer fry by melatonin hormone administration. Jurnal Akuakultur Indonesia. 25, 1 (Jan. 2026), 70–80. DOI:https://doi.org/10.19027/jai.25.1.70-80.