ANALISIS NILAI TAMBAH PELAKU RANTAI PASOK ORGANISASI JARINGAN MADU HUTAN SUMBAWA (JMHS) MENGGUNAKAN METODE HAYAMI

Qashiratuttarafi Qashiratuttarafi, Andriyono Kilat Adhi, Wahyu Budi Priatna

Abstract


This study was aimed to analyze the added value in the supply chain of forest honey at Jaringan Madu Hutan Sumbawa (JMHS) organization.  The respondents in this study are 30 honey hunter, 2 group leader, 2 JMHS cooperative and 1 marketing outlet Rumah Madu. Quantative descriptive analysis method was used to analyze the added value by using Hayami’s method (1987). The results from this study were the added value of forest honey from Madu Hutan Lestari cooperation is 0.5 persen highest than other chain actors. While the value added distribution of marketing outlets Rumah Madu has been the highest percentage of added value compared to other chain actors.

Keywords


added value; supply chain; JMHS

Full Text:

PDF

References


Bunte F. 2006. Pricing And Performance In Agri-Food Supply Chains. LEI, Wageningen University and Research Centre, 1(spring): 37-45.

Fajar A.I. 2014. Analisis Rantai Pasok Jaging di Provinsi Jawa Barat. [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Hayami Y, Kawagoe T, Marooka Y, dan Siregar M.1987. Agricultural Marketing and Processing in Upland Java, A Prospective From Sunda Village. Bogor (ID): The CGPRT.

Indrajit, Eko dan Richards Djokopranoto. 2002. Konsep Manajemen Supply Chain. PT Grasindo, Jakarta.

JMHI. 2018. Data Produksi Anggota Jaringan Madu Hutan Indonesia 2013-2017. JMHI. Riak Bumi.

JMHS. 2018. Data Produksi Madu Jaringan Madu Hutan Sumbawa Pada Tahun 2015-2017. JMHS. Sumbawa.

Julmansyah. 2010. Madu Hutan Menekan Deforestasi. Jalan Lain Konservasi DAS dan Adaptasi Perubahan Iklim. Jaringan Madu Hutan Sumbawa (JMHS). Pondok Madu Rakyat Desa Batudulang Kecamatan Batulanteh. Sumbawa.

Menteri Kehutanan Republik Indonesia. 2007. Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P35 Menhut-II 2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu. Jakarta (ID) : RI.

Moko, H. 2008. Mengalangkan Hasil Hutan Bukan Kayu Sebagai Produk Unggulan. Informasi Teknis. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.

Novandra, A., dan I. M. Widnyana. 2013. Peluang Pasar Produk Perlebahan Indonesia. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu.

Porter, E. M. 1985. Competitive Advantage-Creating and Sustaining Superior Performance. New York : Free Press.

Retno Astuti, et al. 2010. Kebutuhan dan Struktur Kelembagaan Rantai Pasok Buah Manggis. Jurnal Manajemen Bisnis, 3(1):99-115.

Saputra Hendra, Nazir Novizar dan Yenrina Rina. 2018. Analisis Nilai Tambah Pelaku Rantai Pasok Gambir dengan Metode Hayami Termodifikasi. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 22(1):1410-1920.

Sari P. 2013. Manajemen Rantai Pasok pada Rantai Pasok Berjaring Beras Organik. Jurnal Agribisnis Departemen Agribisnis Institut Pertanian Bogor, 3(2):2013.

Setiawan A, Marimin, Arkeman Y, Udin F. 2011. Studi Peningkatan Kinerja Manajemen Rantai Pasok Sayuran Dataran Tinggi di Jawa Barat. Agritech, 31(1): 60-70.

Sihombing, D. T. dan Samarauw Jacky. 2015. Analisis Nilai Tambah Rantai Pasokan Beras di Desa Tetangesan Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal EMBA, 3(2):798-805.

Sudiyono, A. 2002. Pemasaran Pertanian. Malang (ID): Universitas Muhamadiyah Malang




DOI: https://doi.org/10.29244/jai.2018.6.2.133-148

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Journal of Indonesian Agribusiness is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.




Editorial Office


Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness)
Department of Agribusiness
Faculty of Economics and Management, Bogor Agricultural University
Jl. Kamper, Wing 4 Level 4 Kampus IPB Dramaga Bogor, 16680
Telp/fax: 0251-8629654, HP : 08977885250