Karakteristik Kejadian dan Capaian Program Eliminasi Filariasis di Provinsi Bengkulu

Epidemiologi Program Eliminasi Limfatik Filariasis Bengkulu

Authors

  • Deri Kermelita
    kermelitaderi@apps.ipb.ac.id
    Animal Biomedicine Study Program Postgraduate School IPB University, Indonesia
  • Upik Kesumawati Hadi Program Studi Ilmu Biomedis Hewan, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, Indonesia
  • Susi Soviana Program Studi Ilmu Biomedis Hewan, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, Indonesia
  • Risa Tiuria Program Studi Ilmu Biomedis Hewan, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, Indonesia

Limfatik filariasis ditemukan hampir di seluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus tahun 2020 sebanyak 9.906 kasus. Provinsi Bengkulu merupakan salah satu provinsi endemis filariasis di Indonesia dengan jumlah penderita tahun 2011-2020 sebesar 66 orang. Program pemberian obat pencegahan massal (POPM) telah dilaksanakan sejak tahun 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran penderita filariasis klinis serta gambaran pencapaian program eliminasi filariasis di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan data sekunder Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu yang mencakup seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Kasus dikelompokkan menjadi 8 kategori usia menurut depkes (2009) yakni < 11 tahun, 12-16 tahun, 17-25 tahun, 26-35 tahun, 36-45 tahun, 46-55 tahun, 56-66 tahun dan > 66 tahun. Perbedaan jumlah kasus berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia diuji menggunakan uji Chi-square. Sebaran tempat berdasarkan kabupaten dilaporkannya penderita, data ditampilkan dalam bentuk peta wilayah dan tabel. Data Program POPM dianalisis berdasarkan capaian pengobatan serta angka keberhasilan pengobatan sejak tahun 2011 hingga tahun 2017. Sebaran kasus filariasis di Provinsi Bengkulu menunjukkan bahwa penderita filariasis di dominasi jenis kelamin perempuan dan usia produktif. Penyebaran kasus filarisis sejak tahun 2011-2020 berfluktuasi, akan tetapi terjadi perluasan sebaran wilayah kabupaten yang melaporkan kasus filariasis. Gambaran pelaksanaan POPM baik angka capaian cakupan pengobatan dan keberhasilan pengobatan telah melebihi target nasional.

How to Cite

Kermelita, D., Upik Kesumawati Hadi, Susi Soviana, & Risa Tiuria. (2023). Karakteristik Kejadian dan Capaian Program Eliminasi Filariasis di Provinsi Bengkulu. Acta Veterinaria Indonesiana, 11(3), 175-181. https://doi.org/10.29244/avi.11.3.175-181

Similar Articles

1-10 of 125

You may also start an advanced similarity search for this article.