PENGEMBANGAN MODEL OPTIMASI DISTRIBUSI LIMBAH DENGAN LINEAR PROGRAMMING: CONTOH KASUS STATELINE SHIPPING & TRANSPORT COMPANY

Authors

  • E. C. Angelica Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika, Institut Pertanian Bogor
  • M. A. N. Widiyanto Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika, Institut Pertanian Bogor
  • S Khodijah Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika, Institut Pertanian Bogor
  • A. N. Sonia Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika, Institut Pertanian Bogor
  • B. N. Napitupulu Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika, Institut Pertanian Bogor
  • M. L. H. Putera Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika, Institut Pertanian Bogor
  • Hidayatul Mayyani Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika, Institut Pertanian Bogor
  • Toni Bakhtiar Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika, Institut Pertanian Bogor

DOI:

https://doi.org/10.29244/milang.21.2.129-143

Abstract

Pengelolaan distribusi limbah industri memerlukan sistem transportasi yang efisien, karena perbedaan jarak, kapasitas pembuangan, dan biaya di setiap lokasi yang meningkatkan biaya operasional secara signifikan. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan optimasi untuk menentukan pola pengiriman yang paling ekonomis. Penelitian ini mengembangkan model optimasi distribusi limbah berbasis Linear Programming pada contoh kasus Stateline Shipping & Transport Company dengan mempertimbangkan berbagai struktur jaringan distribusi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemodelan pembatasan proporsi aliran transit sebagai representasi kebijakan operasional dan risiko lingkungan, serta analisis dampak penambahan node transit baru terhadap struktur aliran dan biaya distribusi dalam suatu kerangka optimasi. Empat skenario dianalisis, yaitu pengiriman langsung, transhipment, pembatasan volume transit, dan penambahan node transit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme transhipment mampu menurunkan biaya distribusi dibandingkan pengiriman langsung, sementara pembatasan proporsi transit tetap mempertahankan solusi optimal pada batas tertentu. Penambahan node transit menghasilkan penurunan biaya paling signifikan dengan membuka jalur alternatif berbiaya lebih rendah tanpa melanggar kendala operasional. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan struktur jaringan dan kebijakan transit berperan penting dalam optimasi distribusi limbah.

Kata kunci: distribusi limbah, linear programming, optimasi jaringan, transhipment, transit

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-12-30