PENGEMBANGAN MODEL OPTIMASI DISTRIBUSI LIMBAH DENGAN LINEAR PROGRAMMING: CONTOH KASUS STATELINE SHIPPING & TRANSPORT COMPANY
DOI:
https://doi.org/10.29244/milang.21.2.129-143Abstract
Pengelolaan distribusi limbah industri memerlukan sistem transportasi yang efisien, karena perbedaan jarak, kapasitas pembuangan, dan biaya di setiap lokasi yang meningkatkan biaya operasional secara signifikan. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan optimasi untuk menentukan pola pengiriman yang paling ekonomis. Penelitian ini mengembangkan model optimasi distribusi limbah berbasis Linear Programming pada contoh kasus Stateline Shipping & Transport Company dengan mempertimbangkan berbagai struktur jaringan distribusi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemodelan pembatasan proporsi aliran transit sebagai representasi kebijakan operasional dan risiko lingkungan, serta analisis dampak penambahan node transit baru terhadap struktur aliran dan biaya distribusi dalam suatu kerangka optimasi. Empat skenario dianalisis, yaitu pengiriman langsung, transhipment, pembatasan volume transit, dan penambahan node transit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme transhipment mampu menurunkan biaya distribusi dibandingkan pengiriman langsung, sementara pembatasan proporsi transit tetap mempertahankan solusi optimal pada batas tertentu. Penambahan node transit menghasilkan penurunan biaya paling signifikan dengan membuka jalur alternatif berbiaya lebih rendah tanpa melanggar kendala operasional. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan struktur jaringan dan kebijakan transit berperan penting dalam optimasi distribusi limbah.
Kata kunci: distribusi limbah, linear programming, optimasi jaringan, transhipment, transit
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 E. C. Angelica, M. A. N. Widiyanto, S Khodijah, A. N. Sonia, B. N. Napitupulu, M. L. H. Putera, Hidayatul Mayyani, Toni Bakhtiar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

.png)