Pelestarian Lanskap Sejarah Kawasan Alun-Alun dan Stasiun Kereta Api di Kota Pusaka Bogor

Authors

  • Raisha Azzahra Nur Andini Program Studi Magister Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University, Indonesia
  • Hadi Susilo Arifin Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University, Indonesia
  • Nurhayati Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29244/jli.v18i2.66155

Keywords:

Bogor City, heritage city program, historical landscape, landscape conservation

Abstract

Bogor City has a long history, it is rich in cultural heritage sites and has been declared as Heritage City since 2012. The historical value of the landscape of the Alun-Alun and Bogor Railway Station areas needs to be known by the community to ensure its preservation. This study aims to map historical elements, to analyze the condition of these elements and the significance of the historical landscape, and to analyze of the historical landscape preservation. The research methods include assessments using Kalman's criteria. Preservation analysis is conducted through community perceptions and preferences obtained through online questionnaire interviews. The data were analyzed using simple statistics and presented in tables, diagrams, and preservation action plan schemes. The historical landscape of the Alun-Alun and Railway Station areas in Bogor Heritage City consists of 13 historical elements. The assessment results indicate 5 elements with high significance, 3 with medium significance, and 5 with low significance. Community knowledge about the Heritage City and its heritage assets is still minimal. However, the community understands the importance of preserving these heritage assets. The community considers all actors responsible for preservation but feels they have not been involved in the Heritage City program. Dissemination programs are desired as preservation efforts, which are organized into an action plan scheme. The action plan includes formal socialization through contextual learning approaches and informal socialization to enhance community knowledge.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Elaiwi M, Al-Antari MA, Ahmad HF, Azhar A, Almarri B, Hussain J. 2023. Visual Pollution Real Images Benchmark Dataset on the Public Roads. Data in Brief 50. https://doi.org/10.1016/j.dib.2023.109491.

Amin S. 2011. Pewarisan Nilai Sejarah Lokal Melalui Pembelajaran Sejarah Jalur Formal dan Informal pada Siswa SMA di Kudus Kulon. Paramita 21(1): 105-115. https://doi.org/10.15294/paramita.v21i1.1032.

Arifin HS. 2013 Apr 10. Tak Perlu Dikotomi Alun-alun dan Taman Kota. Radar Cirebon Group. Wacana: 4(kol.1-7).

Ariowibowo N, Rakhmad WN. 2019. Sosialisasi Program Kampung Bahari Tambak Lorok Semarang. Interaksi Online 7(3): 111-122.

Awalia RN, Nurhayati HSA, Kaswanto RL. 2018. Kajian Karakter Pembentuk Lanskap Budaya Masyarakat Adat Kajang di Sulawesi Selatan. Jurnal Lanskap Indonesia 9(2): 91-100. https://doi.org/10.29244/jli.v9i2.17648

Basari A. 2014. Penguatan Kurikulum Muatan Lokal dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar. Seminar Nasional Ilmu Pendidikan UNS 2014. Surakarta, Indonesia. [diakses 2024 Jun 29] https://media.neliti.com/media/publications/172162-ID-penguatan-kurikulum-muatan-lokal-dalam-p.pdf.

[BPPI] Badan Pelestarian Pusaka Indonesia. 2010. Pendidikan Pusaka Indonesia: Panduan Untuk Guru Sekolah Dasar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Badan Pelestarian Pusaka Indonesia.

Breman J. 2014. Keuntungan Kolonial dari Kerja Paksa: Sistem Priangan dari Tanam Paksa Kopi di Jawa 1720-1870. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Budiyono D, Nurlaelih EE, Djoko R. 2012. Lanskap kota Malang sebagai Obyek Wisata Sejarah Kolonial. Jurnal Lanskap Indonesia 4(1): 43-50. https://doi.org/10.29244/jli.2012.4.1

Danasasmita S. 1983. Sejarah Bogor. Bogor: Panitia Penyusun dan Penerbitan Sejarah Bogor dan Paguyuban Pasundan.

Falah M, Yuniadi A, Adyawardhina R. 2019. Pergeseran Makna Filosofis Alun-alun kota Bandung pada Abad XIX – abad XXI. Jurnal Patanjala 11(2): 203-217. https://doi.org/10.30959/patanjala.v11i2.507.

Handinoto. 1992. Alun-alun Sebagai Identitas Kota Jawa, Dulu dan Sekarang. DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) 18: 1-15.

Handinoto. 2008. Daendels dan perkembangan arsitektur di Hindia Belanda abad 19. DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) 36(1): 43-53.

Handinoto. 2010. Arsitektur dan Kota-Kota Di Jawa Pada Masa Kolonial. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hapsari P, Nurhayati, Kaswanto RL. 2025. Analisis Potensi Daya Tarik Wisata Lanskap Budaya Jayengan Kampung Permata Surakarta. Jurnal Lanskap Indonesia 17(1): 34-42. https://doi.org/10.29244/jli.v17i1.55465

Hariyadi IM, Basir E, Pratiwi MI, Ubaidi E, Sukmono E. 2016. Arsitektur Bangunan Stasiun Kereta Api di Indonesia. Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Hasibuan MSR, Nurhayati HSA, Kaswanto RL. 2014. Karakter Lanskap Budaya Rumah Larik di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Jurnal Lanskap Indonesia 6(2): 13-20. https://doi.org/10.29244/jli.v6i2.16558

ICOMOS Indonesia. 2003. Piagam Pelestarian Pusaka Indonesia. Indonesia: ICOMOS Indonesia.

ICOMOS Indonesia. 2003. Piagam Pelestarian Pusaka Indonesia. Indonesia: ICOMOS Indonesia.

Ilhami WT, Arifin HS, Bambang P, Kosmaryandi N. 2024. Sustainable Scientific Tourism Development Planning Using Micmac-mactor in Bogor city, Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 14(4). https://doi.org/10.29244/jpsl.14.4.757.

Ilmi MR, Kaswanto RL, Nurhayati HSA. 2022. A Cultural-History Analysis on Malay-Islamic Heritage of Siak Sri Indrapura through the Historical Urban Landscape Approach in Pekanbaru City. JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) 6(1): 78-90. http://doi.org/10.30829/juspi.v6i1.12160

Indrianingrum L, Azizah AN, Prasetyo GE, Hidayah N. 2015. Pergeseran Peran dan Fungsi Alun-alun Kaliwungu Sebagai Ruang Terbuka Publik. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan 17(1): 17-24.

Jayadi S. 2022. Konsep Dasar Sosiologi Budaya: Definisi dan Teori. Yogyakarta: Pustaka Egaliter.

Jonhson EB. 2008. Contextual Teaching and Learning: Menjadikan kegiatan Belajar-mengajar Mengasyikan dan Bermakna. Setiawan I, penerjemah; Sitompul I, editor. Bandung: Kaifa.

Kalman H. 1980. The Evaluation of Historic Buildings. Ottawa: The Minister of the Environment.

Kencana IP, Arifin NHS. 2010. Studi Potensi Lanskap Sejarah untuk Pengembangan Wisata Sejarah di Kota Bogor. Jurnal Lanskap Indonesia 2(1): 7-14. https://doi.org/10.29244/jli.2010.2.1

Kurniawan A, Arthana NN, Suryawan DK. 2023. Konsep Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Konservasi Bangunan Kolonial di Jalur Belanda menuju Singaraja Kota Pusaka. MINTAKAT: Jurnal Arsitektur 24(1): 102-117. https://doi.org/10.17509/jaz.v6i1.49564.

Lohanda M. 2007. Sejarah para Pembesar Mengatur Batavia. Jakarta: Masup Jakarta.

Luthfillah MH, Soemardiono B. 2019. Konsep Desain Stasiun Besar Kota Bogor dengan Pendekatan Kontekstual. Jurnal Sains dan Seni ITS 8(2): 92-97. https://doi.org/10.12962/j23373520.v8i2.49515.

Maslahah W, Cholifah TN, Wardhani DAP. Peningkatan Historical Melalui Kegiatan Edukasi Peninggalan Sejarah di Kabupaten Malang Manifestasi Kebhinekaan Global. Jurnal Pengabdian Masyarakat 3(3): 969-978. https://doi.org/10.33379/icom.v3i3.2759.

Miranto S. 2016. Tinjauan Fungsi Ekologis Alun-Alun Tradisional Jawa. Di dalam: The Living Kurikulum 2013: Dinamika dan Implikasi dalam Pembelajaran. Seminar Nasional Pendidikan IPA-Biologi 2016 Sep 28; Jakarta. Jakarta.

[Permendikbud] Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013. 2014.

[Perwali] Surat Keputusan Walikota Nomor 17 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kota Bogor sebagai Kota Pusaka. 2015.

Purnomo H, Waani JO, Wuisang CE. 2017. Gaya dan Karakter Visual Arsitektur Kolonial Belanda di Kawasan Benteng Oranje Ternate. Media Matrasain 14(1): 23-33.

Pusparini FD, Nurhayati, Arifin HS. 2017. Landscape Management of Public Open Space in Bogor Heritage City. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 91: 012020. IOP Publishing. https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315 /91/1/012020.

Pusparini FD. 2022. Alun-Alun Empang Bogor: dinamika Tata Ruang Pemerintahan Tradisional Bogor pada Masa Kolonial. Rustic Jurnal Arsitektur 2(2): 11-22.

Radinasuari NLPA, Kaswanto RL, Nurhayati. 2026. Strategi Pelestarian Lanskap Budaya Penglukatan Mewujudkan Wisata Berkelanjutan di DAS Tukad Penet, Bali. Jurnal Lanskap Indonesia 18(1):144-156.

Rahmatika A, Arifin HS, Nurhayati. 2025. Manajemen taman publik untuk meningkatkan imunitas masyarakat pasca-pandemi covid-19 di kota Bogor. Jurnal Lanskap Indonesia 17(1): 23-33. https://doi.org/10.29244/jli.v17i1.55205.

Safitri RA, Adishakti LT. 2023. Pelestarian dan pengelolaan kawasan pusaka berbasis komunitas: kajian teoritik. Vitruvian: Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan 12(3): 263-274. https://dx.doi.org/10.22441/vitruvian. 2023.v12i3.005.

Sari RP, Wijaya S, Munandar A. 2013. Kajian Potensi Lanskap Jalur Kereta Rel Listrik (krl) Bogor-Jakarta kota sebagai Koridor Pergerakan Burung. Jurnal Lanskap Indonesia 5(1): 17-22. https://doi.org/10.29244/jli.2013.5.1

Selamet Y. 1993. Pembangunan Masyarakat Berwawasan Partisipasi. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Suryanto, Djunaedi A, Sudaryono. 2015. Aspek Budaya dalam Keistimewaan Tata Ruang Kota Yogyakarta. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota 26(3): 230-252. https://doi.org/10.5614/jpwk.2015.26.3.6.

Syam FH, Nurhayati, Arifin HS. 2019. Kajian Potensi Lanskap untuk Pengembangan Wisata Sejarah Kota Medan. Jurnal Lanskap Indonesia 11(2): 48–54. https://doi.org/10.29244/jli.v11i2.22739.

Tjandrasasmita U. 2000. Sejarah perkembangan Kota Jakarta. Jakarta: Dinas Museum dan Pemugaran.

Wilaela W, Widiarto W. 2022. Edukasi Masyarakat Tentang Pelestarian Peninggalan Sejarah dan Cagar Budaya. Menara Riau: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat islam 16(2): 99-111. http://dx.doi.org/10. 24014/menara.v16i2.19682.

Willem KY, Wuisang CE, Moniaga IL. 2017. Pelestarian Lansekap Bersejarah di Kabupaten Minahasa Selatan. SPASIAL Jurnal Perencanaan Wilayan dan Kota 4(3): 186–197. https://doi.org/10.35793/sp.v4i3.18057

Wuisang CE, Rengkung J, Rondonuwu DM. 2016. Pelestarian Lansekap Budaya Indonesia: Mendokumentasikan Lansekap Vernakular Etnis Minahasa di Wilayah Perdesaan Pesisir Pantai Kecamatan Kema, Sulawesi Utara. Media Matrasain 13(3): 26-41.

Published

2026-10-01

How to Cite

Andini, R. A. N., Arifin, H. S. ., & Nurhayati. (2026). Pelestarian Lanskap Sejarah Kawasan Alun-Alun dan Stasiun Kereta Api di Kota Pusaka Bogor. Jurnal Lanskap Indonesia, 18(2), 281-293. https://doi.org/10.29244/jli.v18i2.66155

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>