DEREGULASI KEBIJAKAN LARANGAN EKSPOR KAYU BULAT DI INDONESIA

Penulis

  • Drajad Kurniadi Program Study Doctoral of Forest Management Science, Faculty of Forestry and Environment, IPB University; Ministry of Forestry, Republic of Indonesia
  • Hariadi Kartodihardjo Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Jl. Lingkar Akademik Kampus IPB, Dramaga, Bogor 16680
  • Bramasto Nugroho Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Jl. Lingkar Akademik Kampus IPB, Dramaga, Bogor 16680
  • Rufi’ie Forest Investment Program II, World Bank and Climate Investment Funds Program, Kementerian Kehutanan, Gedung Manggala Wanabhakti Blok 1, Lantai 2, Jalan Gatot Subroto, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v13i1.71850

Kata Kunci:

Aktor, Deregulasi, Diskursus, Kayu Bulat, Kebijakan, Kepentingan

Abstrak

Perumusan kebijakan bukan sekedar isu teknis dan informasi yang akurat dengan sasaran yang jelas, melainkan juga melibatkan pertentangan aktor-aktor yang terlibat di dalamnya. Penelitian bertujuan memahami proses usulan deregulasi kebijakan larangan ekspor kayu bulat, dengan: (1) menganalisis aktor dan jaringannya yang terlibat perdebatan pemikiran; (2) menganalisis diskursus yang digunakan oleh masing-masing aktor; dan (3) menganalisis kepentingan/politik setiap aktor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menetapkan objek penelitian secara purposive. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis dengan analisis isi dan analisis proses kebijakan pada tiga faktor utama yaitu diskursus/narasi, aktor/jaringan, dan politik/kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usulan deregulasi kebijakan larangan ekspor kayu bulat oleh Kementerian Kehutanan sampai dengan tahun 2026 ini belum berhasil diterima karena beberapa faktor, yaitu: (a) narasi yang diusung pihak kontra dalam berbagai forum diskusi belum berhasil mengubah keyakinan pihak yang pro kebijakan larangan ekspor kayu bulat; (b) aktor yang pro kebijakan larangan ekspor kayu bulat memiliki dukungan yang kuat dalam koalisi, meliputi pemerintah pusat (Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan), pengusaha pada sebagian besar asosiasi kayu hilir/lanjutan, akademisi, peneliti, LSM lingkungan; dan (c) pihak pro kebijakan larangan ekspor kayu bulat memiliki jaringan kuat yaitu pelaku usaha-asosiasi-kementerian terkait.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Andriyanty R, Widyastutik. 2025. Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG): Bagaimana Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Petani. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan 12(2): 182-190. https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v12i2.66225. DOI: https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v12i2.66225

Barbier EB, Rauscher M. 1998. Trade, tropical deforestation and policy interventions. Environ Resource Econ 4: 75–90. https://doi.org/10.1007/BF00691933. DOI: https://doi.org/10.1007/BF00691933

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2018. Statistik Indonesia 2018. Jakarta.

Bondansari, Widiatmaka, Machfud, Munibah K, Ambarwulan W. 2024. Kebijakan Menuju Kemandirian Beras di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan 11(1): 33-45. https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v11i1.53470. DOI: https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v11i1.53470

Budiardjo M. 2015. Dasar-Dasar Ilmu Politik. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Creswell JW. 2016. Research Design: Pendekatan Metode Kualitiatif, Kuantitatif, dan Campuran Terjemahan dari: Research Design, Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4thed.). Pustaka Pelajar. Yogyakarta

Deacon RT. 1995. Assessing The Relationship Between Government Policy and Deforestation. Journal of Environmental Economics and Management 28: 1–18. https://doi.org/10.4324/9781315240114-30. DOI: https://doi.org/10.1006/jeem.1995.1001

Dean JM. 1995. Export Bans, Environment, and Developing Country Welfare. Review of International Economics 3(3): 319–329. https://doi.org/10.1111/j.1467-9396.1995.tb00074.x. DOI: https://doi.org/10.1111/j.1467-9396.1995.tb00074.x

Dean JM, Gangopadhyay S. 1997. Export Bans, Environmental Protection, and Unemployment. Review of Development Economics 1(3): 324–336. https://doi.org/10.1111/1467-9361.00022. DOI: https://doi.org/10.1111/1467-9361.00022

[Dit.PHPL] Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, 2019. Statistika Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Kementerian Kehutanan. Jakarta.

Ekonomi.bisnis.com. 2018. KLHK: Kemendag sudah sejalan soal ekspor log. Diakses pada [7 Maret 2018], dari https://ekonomi.bisnis.com/read/20180307/99/747332/klhk-kemendag-sudah-sejalan-soal-ekspor-log.

Fitzgerald B. 1986. An Analysis of Indonesian Trade Policies: Countertrade, Downstream Processing, Import Restrictions, and the Deletion Program [CPD discussion paper no.1986-22]. World Bank. Washington DC.

[FWI] Forest Watch Indonesia. 2003. Dampak Kebijakan Larangan Ekspor Kayu Bulat: Pada Periode 1985-1997 terhadap Sektor Kehutanan Indonesia. INTIP HUTAN. FWI. Bogor.

Hajer MA. 1995. The Politics of Environmental Discourse, Ecological Modernization and the Policy Process. Oxford University Press. New York.

Industri.bisnis.com. 2017. Pemerintah Pertimbangkan Buka Keran Ekspor Kayu Log. Diakses pada [21 November 2017], dari http://industri.bisnis.com/read/20171121/99/711419/pemerintah-pertimbangkan-buka-keran-ekspor-kayu-log.

Industri.kontan.co.id. 2017. Pengusaha Kritik KLHK Soal Kran Ekspor Kayu Bulat. Diakses pada [21 November 2017], dari http://industri.kontan.co.id/news/pengusaha-kritik-klhk-soal-kran-ekspor-kayu-bulat.

Kalimantan.binsis.com. 2017. Kayu bulat: larangan ekspor berpotensi dicabut. Diakses pada [22 November 2017], dari http://kalimantan.bisnis.com/read/20171122/452/711380/kayu-bulat-larangan-ekspor-berpotensi-dicabut.

Kartodihardjo H. 2008. Diskursus dan Aktor dalam Pembuatan dan Implementasi Kebijakan Kehutanan: Masalah Kerangka Pendekatan Rasional (Discourses and Actors in the Forest Policy Formulation: Problems of Rational Framework). Jurnal Manajemen Hutan Tropika XIV(1): 19–27. https://journal.ipb.ac.id/jmht/article/view/2906/1888.

Kartodihardjo H. 2013. Masalah dan Kebijakan Pengusahaan Hutan Alam Produksi (Paper dipersiapkan untuk Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan Kementerian Kehutanan). APHI. Jakarta.

Kartodihardjo H. 2017. Analisis Kebijakan Pengelolaan Sumber daya Alam: Diskursus-Politik-Aktor-Jaringan. Sajogyo Institute. Bogor.

Khan A, Kartodihardjo H, Soedomo S, Darusman D. 2010. Forestry Utilization Policy: A Discourse Analysis. Jurnal Manajemen Hutan Tropika XVI(2): 101–111. https://journal.ipb.ac.id/jmht/article/view/2001.

Kishor N, Mani M, Constantino L. 2001. Economic and Environmental Benefits of Eliminating Log Export Bans The Case of Costa Rica. Working Paper WP/01/153). International Monetary Fund. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.0378-5920.2004.00616.x. DOI: https://doi.org/10.5089/9781451857153.001

[KLHK] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2019. Statistik Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2019. Pusdatin. Jakarta.

Manurung EGT. 1995. Economic Impacts of the Log Export Ban Policy on the Development of Forest Products Industries of Indonesia. Disertasi. University of Wisconsin. Wisconsin.

Manurung T, Buongiorno J. 1997. Effects of The Ban on Tropical Log Exports of Indonesia. Journal of World Forest Resources Management 8: 21–49.

Nurrochmat DR. 2017. Strategi Kebijakan Pembangunan Kehutanan dan Lingkungan Berkelanjutan (Naskah Orasi Ilmiah Guru Besar IPB). IPB University. Bogor.

Nurrochmat DR, Darusman D, Ekayani M. 2016. Kebijakan Pembangunan Kehutanan dan Lingkungan. IPB Press. Bogor.

Ostrom E. 2005. Understanding Institutional Diversity. Princeton University Press. New Jersey. DOI: https://doi.org/10.1515/9781400831739

Parnala M, Siregar H, Hartoyo S. 2004. Dampak Kebijakan Larangan Ekspor Log terhadap Illegal Logging. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Perez-Garcia J, Lippke B, Baker J. 1997. Trade Barriers in the Pacific Forest Sector: Who Wins and Who Loses. Contemporary Economic Policy 15(1): 87–103. https://doi.org/10.1111/j.1465-7287.1997.tb00457.x. DOI: https://doi.org/10.1111/j.1465-7287.1997.tb00457.x

Resosudarmo BP, Yusuf AA. 2006. Is The Log Export Ban An Efficient Instrument for Economic Development and Environmental Protection? The Case of Indonesia. Asian Economic Papers 5(2): 75–104. https://doi.org/10.1162/asep.2006.5.2.75. DOI: https://doi.org/10.1162/asep.2006.5.2.75

Sabatier PA. 2019. Theories of Policy Process (2nded.). Routledge. New York. DOI: https://doi.org/10.4324/9780367274689

Scoones A, Leach M, Mehta L, Waldman L. 2006. Understanding Policy Processes: A Review of IDS Research on The Environment. Institute of Development Studies. United Kingdom.

Sembiring BSM, Widyastutik. 2023. Simulasi Kebijakan Produksi dan Perdagangan Indonesia Terhadap Industri Gula Domestik. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan 10(2): 62-74. https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v10i2.48375. DOI: https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v10i2.48375

Sidabutar HP. 1988. An Investigation of the Impacts of Domestic Log Processing and Log Export Restrictions on Indonesia’s Export Earning from Logs. Tesis. University of Washington. Seattle.

Sutton R. 1999. The Policy Process: An Overview. Chameleon Press Ltd. London.

Titsher S, Mayer M, Wodak R, Vetter E. 2009. Metode Analisis Teks dan Wacana (Terjemahan Ibrahim, 1sted.). Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-01

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Kurniadi, D., Kartodihardjo, H., Nugroho, B., & Rufi’ie. (2026). DEREGULASI KEBIJAKAN LARANGAN EKSPOR KAYU BULAT DI INDONESIA. RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian Dan Lingkungan, 13(1), 86-100. https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v13i1.71850

Artikel Serupa

1-10 dari 42

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama