Pola Spasial Industri Kecil Menengah dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Lokal di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga
DOI:
https://doi.org/10.29244/Kata Kunci:
aglomerasi, industri kecil menengah, perekonomian lokalAbstrak
Kecamatan Tingkir di Salatiga adalah area dengan konsentrasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) tertinggi yang memiliki fungsi strategis dalam memperkuat ekonomi lokal. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk menganalisis pola distribusi spasial IKM, (2) menentukan dampak aktivitasnya terhadap ekonomi masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang didasarkan pada Sistem Informasi Geografis (SIG), dengan teknik analisis Average Nearest Neighbor (ANN), Kernel Density, dan regresi linier sederhana. Dari hasil analisis, diperoleh nilai Nearest Neighbor Ratio (NNR) sebesar 0,461 dengan nilai p 0,000, yang menunjukkan bahwa pola penyebaran IKM di Kecamatan Tingkir memiliki kecenderungan untuk mengelompok (clustered) dengan signifikan. Uji regresi linier sederhana menunjukkan koefisien 0,672 dengan tingkat signifikansi 0,000 (<0,05), yang mengindikasikan bahwa aktivitas IKM memberikan dampak positif dan signifikan terhadap ekonomi lokal, khususnya melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pengembangan sektor perdagangan dan jasa. Hasil ini menegaskan bahwa kebijakan ekonomi yang berorientasi pada tata ruang spasial sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan IKM yang berkelanjutan dan merata di Kecamatan Tingkir
Unduhan
Referensi
Amalia, RN., RS. Dianingati, E. Annisaa. 2022. Pengaruh Jumlah Responden terhadap Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi. Generics: Journal of Research in Pharmacy, 2(1): 9-15. https://doi.org/10.14710/genres.v2i1. 12271
Badan Pusat Statistik. 2024a. Kecamatan Tingkir Dalam Angka 2024 (Vol. 24). BPS Kota Salatiga.
Badan Pusat Statistik. 2024b. Profil Industri Mikro dan Kecil 2023 (Vols. 1-14). BPS.
Badan Pusat Statistik. 2025. Kota Salatiga Dalam Angka 2025 (Vol. 44). BPS Kota Salatiga.
Delgado, M., ME. Porter. 2021. Clusters and the Great Recession. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.3819293.
Gaiska, WA., NG. AAffandyar, M. Yasin. 2023. Analisis Pola Spasial Perkembangan Industri Kecil Menengah dan Industri Rumah Tangga di Kabupaten Mojokerto. Jurnal Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis: Cuan, 1(1): 54-59. https://doi.org/10.59603/ cuan.v1i1.17.
Hassink, R., H. Gong. 2019. New Economic Geography. Dalam A. M. Orum, The Wiley Blackwell Encyclopedia of Urban and Regional Studies (1 ed., hlm. 1-6). Wiley. https://doi. org/10.1002/9781118568446.eurs0222
Iqbal, K., T. Mahmood, MNF. Pabon. 2025. Agglomeration and resilience: Impact of Covid-19 on clustered and non-clustered SMEs in Bangladesh. Journal of Asian Economics, 100, 102001. https://doi.org/10. 1016/j.asieco.2025.102001.
Kristiani, RD., MRA. Chusen, M. Yasin. 2023. Analisis Pola Spasial IKM (Industri Kecil Menengah) dan IRT (Industri Rumah Tangga) di Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa, 2(2): 78-83. https://doi.org/10. 58192/populer.v2i2.850.
Kuchiki, A. 2022. Linking Spatial Economics and Sequencing Economics for the Osaka Tourism Agglomeration. Regional Science Policy & Practice, 14(3): 610-627. https://doi.org/10.1111/rsp3.12476.
Muzzaila Esta, N., DS. Jagad Samudra, M. Yasin. 2025. Analisis Pola Spasial Industri Kecil Menengah (IKM) dan Industri Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten dan Kota. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 3(4): 55-66. https://doi.org/10.61722/jiem.v3i4.4380
Prabowo, TA., DW. Sari, L. Sugiharti, T, Haryanto, A. Muhtarom. 2020. Ekowisata Kabupaten Bangkalan: Pengembangan Industri Kreatif Menyambut Era Industri 4.0. Litbang Pemas UNISLA, 146.
Rachman, A., E. Yochanan, AI. Samanlangi, H. Purnomo. 2024. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. CV Saba Jaya Publisher.
Rahman, SMT., A. Kabir. 2019. Factors influencing location choice and cluster pattern of manufacturing small and medium enterprises in cities: Evidence from Khulna City of Bangladesh. Journal of Global Entrepreneurship Research, 9(1): 61. https://doi.org/10.1186/s40497-019-0187-x
Redding, SJ., E. Rossi-Hansberg. 2017. Quantitative Spatial Economics. Annual Reviewof Economics. https://doi.org/10.1146/annure-veconomics%20063016-103713.
Republik Indonesia. 2008. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 93.
Revalyno, IE., Y. Muhammad. 2024. Analisis Pola Spasial Industri Kecil Menengah dan Usaha Rumah Tangga di Desa Sidodadi Malang. JIMU: Jurnal Ilmiah Multi Disiplin, Vol. 03: 339-343.
Riera, MA., RR. Palma. 2022. Analytical methodology integrated with GIS for the estimation of agricultural waste in the biorefining processes. Transportation Research Procedia, 67: 147-152. https://doi.org/ 10.1016/j.trpro.2022.12.045.
Sholihah, DA., S. Soedwiwahjono, K. Kusumastuti. 2018. Dampak Perkembangan Aglomerasi Industri Gondangrejo, Karanganyar ter-hadap Perubahan Spasial. Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, 13(2): 115. https://doi.org/10. 20961/region.v13i2.20960.
Tambunan, T. 2019. Recent evidence of the development of micro, small and medium enterprises in Indonesia. Journal of Global Entrepreneurship Research, 9(1): 18. https://doi.org/10.1186/s40497-018-0140-4.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

