Feline Leukemia Virus (FeLV) in Cats Domestic: A Case Study
Unduhan
Feline Leukemia Virus (FeLV) merupakan salah satu jenis virus yang telah dilaporkan menjadi penyebab utama kematian pada kucing. Seekor kucing lokal berumur 4 tahun dengan bobot badan 2 mengalami penurunan nafsu makan, lemas, bersin-bersin dan terdapat leleran pada hidung. Pemeriksaan fisik diketahui adanya gingivitis disertai ulcer pada mulut dan mukosa pucat. Peneguhan diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan hematologi, pemeriksaan kimia darah dan KIT FeLV. Hasil pemeriksaan hematologi dan kimia darah dilaporkan hewan mengalami leukositosis, neutrofilia, trombositopenia, anemia makrositik hipokromik, hiperproteinemia, hiperglobulinemia, penurunan rasio A/G, hiperamilasemia, hiperbilirubinemia dan azotemia. Pemeriksaan KIT menunjukkan hasil positif FeLV. Merujuk dari hasil pemeriksaan penunjang yang didapatkan, maka diagnosa dari kasus ini adalah Feline leukemia virus (FeLV) dengan prognosa infausta. Terapi berupa pemberian antibiotik Amoxicilin dosis 18 mg/kgBB, diphenhydramine HCl dosis 1 mg/kgBB, ornipural® dosis 0.2 ml/kgBB, Kenalog® dosis 1 mg/kgBB, hematovit dosis 0.4 ml/kgBB dan suplemen berupa vitamin C dan fufang dosis 1 ml/kgBB. Pengobatan yang diberikan tidak menunjukkan progres yang baik sehingga kucing kasus mengalami kematian pada hari ke-6 perawatan.

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options, currently being defined for this journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA).







