Strategi Kebijakan Pengelolaan Ekosistem Lahan Basah Secara Berkelanjutan di Pesisir Jakarta

Kebijakan Ekonomi Kelautan Berbasis Spasial

Authors

  • Tridoyo Kusumastanto Departemen Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University
  • Kastana Sapanli Departemen Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University
  • Wiwin Ambarwulan Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Harun Idham Akbar Akbar Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Ayang Armelita Rosalia Program Studi Sistem Informasi Kelautan, Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0603.936-939

Keywords:

Kebijakan, ekosisem, lahan basah, ekonomi spasial

Abstract

Pembangunan pesisir yang lestari ditandai dengan pengelolaan ekosistem lahan basah yang optimal. Namun, masalah yang saat ini terjadi di pesisir Daerah Khusus Jakarta (DKJ) adalah: (1) beralihnya pemanfaatan dan tutupan ekosistem lahan basah menjadi pemukiman dan lokasi industri/perdagangan, (2) frekuensi kejadian bencana pesisir yang terus menerus melanda, serta (3) alokasi anggaran untuk pelestarian ekosistem lahan basah DKI Jakarta cenderung belum seimbang dengan kebutuhannya. Diperlukan suatu pendekatan konsep ekonomi spasial sebagai strategi pengambilan kebijakan yang baik untuk mencapai pembangunan pesisir DKJ yang lestari. Konsep ini memainkan peran penting melalui: (1) analisis optimalisasi alokasi pemanfaatan wilayah ekosistem lahan basah melalui valuasi ekonomi, (2) dukungan data dan informasi yang berbasis bukti, serta (3) mendorong partisipasi masyarakat setempat dalam upaya pelestarian ekosistem lahan basah. Pemanfaatan konsep ekonomi spasial dapat mendorong perumusan kebijakan yang lebih efektif, alokasi anggaran yang tepat sasaran, serta mendukung perencanaan tata ruang pesisir DKJ yang lestari.

References

[BPBD] Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta. 2024. Data Banjir Rob DKI Jakarta 2018-2022. BPBD Provinsi DKI Jakarta.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2020. Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir, Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir. Badan Pusat Statistik/BPS – Statistics Indonesia.
Chairunnisa, N.A., Kusumastanto, T., Osmaleli. (2023). Kajian Nilai Ekonomi dan Keberlanjutan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Taman Wisata Alam Angke Kapuk. Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor.
Kusumastanto, T. (2004). Strategi Pengelolaan Ekonomi Sumberdaya Kelautan Berkelanjutan. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan – Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB).
Kusumastanto, T. (2003). Ocean Policy dalam Membangun Negeri Bahari di Era Otonomi Daerah. Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Lin, J. & Rauch, F. (2022). What future for history dependence in spatial economics?. Regional Science and Urban Economics. Volume 94, 103628.

Downloads

Published

2024-10-21

How to Cite

Kusumastanto, T., Sapanli, K., Ambarwulan, W., Akbar, H. I. A., & Rosalia, A. A. (2024). Strategi Kebijakan Pengelolaan Ekosistem Lahan Basah Secara Berkelanjutan di Pesisir Jakarta : Kebijakan Ekonomi Kelautan Berbasis Spasial . Policy Brief Pertanian, Kelautan, Dan Biosains Tropika, 6(3), 936-939. https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0603.936-939

Similar Articles

31-40 of 243

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)