SIPP KARHUTLA: Implikasi Pembaharuan Kebijakan

Authors

  • Lailan Syaufina Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University
  • Imas Sukaesih Sitanggang Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University
  • Endang Yuni Purwanti Biro Hukum, IPB University

DOI:

https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0402.253-257

Keywords:

Karhutla, Stakeholder, Manggala Agni, KLHK

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia terjadi setiap tahun dan memberikan dampak yang merugikan pada beberapa aspek kehidupan dan lingkungan. Patroli pencegahan karhutla merupakan kegiatan untuk mengobservasi kondisi rawan karhutla di lapangan, mendeteksi dini terjadinya kebakaran, dan melakukan sosialisasi pada stakeholder terkait. Pengembangan Sistem Informasi Patroli Pencegahan (SIPP) Karhutla bertujuan untuk memudahkan tim patroli pencegahan karhutla dan pengelola data patroli melaksanakan tugasnya dengan lebih efektif dan efisien. Sejak tahun 2021, SIPP Karhutla telah diterapkan oleh Manggala Agni di wilayah Sumatera dan telah memiliki payung hukum berupa Perdirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHKKLHK). Kebijakan ini telah terbukti mendukung pelaksanaan patroli secara lebih efisien dan efektif efektif. Beberapa implikasi kebijakan tersebut telah teridentifikasi untuk disiapkan oleh KLHK.

References

Betha R, Pradani M, Lestari P, Joshi UM, Reid JS, Balasubramanian R. 2018. Corrigendum to "Chemical speciation of trace metals emitted from Indonesian peat fires for health risk assessment" [Atmos. Res. 122 (2013) 571-578]. Atmospheric Res. 205, 1https://doi.org/10.1016/j.atmosres.2018.01.020.
[MenLHK] Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2016. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia nomor P.32 tahun 2016 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Parker RJ, Boesch H, Wooster MJ, Moore DP, Webb AJ, Gaveau D, Murdiyarso D. 2016. Atmospheric CH4 and CO2 enhancements and biomass burning emission ratios derived from satellite observations of the 2015 Indonesian fire plumes. Atmospheric Chem. Phys. 16, 10111-10131. https://doi.org/10.5194/acp-16-10111-2016.
Quah E. 2002. Transboundary Pollution in Southeast Asia: The Indonesian Fires. World Dev. 30, 429-441. https://doi.org/10.1016/S0305-750X(01)00122-X. https://doi.org/10.1016/S0305-750X(01)00122-X
Syaufina L, Hamzah A. 2021. Changes of tree species diversity in peatland impacted by moderate fire severity at Teluk Meranti, Pelalawan, Riau Province, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 22(5): 2899-2908.
https://doi.org/10.13057/biodiv/d220555

Published

2022-02-05

How to Cite

Syaufina, L., Sitanggang, I. S. . ., & Purwanti , E. Y. . (2022). SIPP KARHUTLA: Implikasi Pembaharuan Kebijakan. Policy Brief Pertanian, Kelautan, Dan Biosains Tropika, 4(2), 253-257. https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0402.253-257

Similar Articles

1-10 of 13

You may also start an advanced similarity search for this article.