PROSES PENGAYAAN NUTRIEN LIMBAH IKAN WADUK CIRATA DENGAN AKTIVATOR Gliocladium sp. DAN MEDIA KASCING

  • Bustami Ibrahim Pemanfaatan ekstrak daun jambu Psidium guajava var. pomifera untuk menurunkan ekskresi metabolit ikan nila (Oreochromis niloticus) dipelajari pada penelitian ini. Ekstrak daun dengan konsentrasi 0%; 0,25%; 0,50%; dan 0,75% (v/v) ditambahkan ke dalam media transportasi ikan nila. Parameter kualitas air dievaluasi setiap 30 menit selama 2 jam simulasi transportasi. Kadar glukosa darah ikan dihitung sebelum dan setelah simulasi. Penambahan ekstrak daun jambu mampu menurunkan ekskresi metabolit yang ditandai dengan rendahnya kandungan karbondioksida dan amonia pada media transportasi. Kadar glukosa ikan yang ditransportasikan dalam media yang mengandung 0,25 dan 0,5% ekstrak daun jambu lebih tinggi dibandingkan kontrol (0%), namun kadar glukosa ikan pada media 0,75% lebih rendah dibandingkan kontrol. Konsentrasi terbaik untuk aplikasi transportasi ikan nila adalah konsentrasi 0,25%. Pada dosis tersebut dapat mereduksi tingkat metabolit ikan dan tidak mengakibatkan stres yang dominan dengan sedikit perubahan kadar glukosa darah yang relatif rendah serta dapat mempertahankan kondisi media angkut lebih baik dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan lainnya.
  • Pipih Suptijah Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor
  • Pipih Suptijah Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor
  • Yunisha Aktinidia Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor
  • Yunisha Aktinidia Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor

Abstract

Ikan mati pasca terjadinya upwelling di Waduk Cirata menyebabkan pencemaran lingkungan jika
tidak dikelola dengan baik. Solusi yang dapat digunakan adalah dengan mengolahnya menjadi produk
yang bernilai tambah seperti misalnya pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah mengolah limbah
ikan yang ditambahkan activator Gliocladium sp. pada media kascing untuk menjadi pupuk organik yang
berkualitas baik. Pupuk organik dibuat dengan mencampurkan limbah ikan dan kascing dengan proporsi
sebagai berikut: A (80%:20%), B (70%:30%), dan C (60%:40%). Masing-masing proporsi ditambah dengan
Gliocladium sp. dengan konsentrasi 0%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Produk yang dihasilkan memiliki kandungan
N total antara 4,06-5,46%, C organik antara 14,98-18,61%, nilai rasio C/N antara 2,79-4,27, P antara 1,35-
2,78% dan K antara 1,01-0,78%. Pupuk yang mengandung 60% limbah ikan adalah yang terbaik berdasarkan
komposisi nutrisinya.
Published
2014-04-08