Tentang Jurnal Ini
Fokus dan Ruang lingkup
Jurnal Pustakawan Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang ditelaah sejawat dan menerbitkan hasil penelitian orisinal, kajian konseptual, tinjauan kritis, serta analisis kebijakan dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi. Jurnal ini bertujuan menjadi media komunikasi ilmiah bagi akademisi, peneliti, pustakawan, arsiparis, pengelola informasi, mahasiswa, pembuat kebijakan, dan praktisi untuk mengembangkan pengetahuan, teori, metode, kebijakan, serta praktik profesional dalam pengelolaan informasi dan pengetahuan.
Jurnal Pustakawan Indonesia memprioritaskan artikel yang memiliki kebaruan, ketepatan metodologis, kedalaman analisis, serta kontribusi terhadap pengembangan ilmu perpustakaan dan informasi. Artikel yang diterbitkan diharapkan mampu menjelaskan perubahan perilaku, kelembagaan, teknologi, profesi, dan kebijakan dalam ekosistem informasi yang terus berkembang. Jurnal ini juga mendorong kajian yang menempatkan perpustakaan dan lembaga informasi dalam konteks transformasi digital, masyarakat pengetahuan, keterbukaan ilmu pengetahuan, inklusi sosial, pembangunan berkelanjutan, serta perkembangan teknologi informasi.
Ruang Lingkup
Jurnal Pustakawan Indonesia menerima naskah dalam ruang lingkup berikut.
1. Perilaku Informasi dan Masyarakat Informasi
Topik dalam bidang ini meliputi:
- kebutuhan, pencarian, penggunaan, dan berbagi informasi;
- perilaku informasi individu, kelompok, organisasi, dan komunitas;
- akses dan kesenjangan informasi;
- budaya informasi dan masyarakat pengetahuan;
- praktik informasi dalam kehidupan sehari-hari;
- misinformasi, disinformasi, dan kualitas informasi;
- dimensi sosial, budaya, ekonomi, dan etika informasi.
2. Literasi Informasi, Literasi Digital, dan Literasi Data
Topik dalam bidang ini meliputi:
- literasi informasi dan literasi kritis;
- literasi digital, media, data, dan kecerdasan buatan;
- pendidikan pemustaka dan pembelajaran sepanjang hayat;
- evaluasi program literasi;
- literasi informasi dalam pendidikan, pekerjaan, dan masyarakat;
- kemampuan masyarakat dalam mengevaluasi dan menggunakan informasi secara etis;
- peran perpustakaan dalam penguatan literasi masyarakat.
3. Pengembangan Koleksi dan Sumber Daya Informasi
Topik dalam bidang ini meliputi:
- kebijakan dan strategi pengembangan koleksi;
- seleksi, akuisisi, evaluasi, dan penyiangan koleksi;
- koleksi tercetak, elektronik, audiovisual, dan multimedia;
- sumber daya informasi lokal dan pengetahuan tradisional;
- koleksi khusus, manuskrip, dan warisan dokumenter;
- lisensi dan pengadaan sumber informasi elektronik;
- analisis penggunaan dan keterpakaian koleksi.
4. Organisasi, Representasi, dan Temu Kembali Informasi
Topik dalam bidang ini meliputi:
- katalogisasi dan klasifikasi;
- metadata dan standar deskripsi;
- pengindeksan dan abstraksi;
- ontologi, taksonomi, dan sistem organisasi pengetahuan;
- representasi dan visualisasi informasi;
- sistem temu kembali informasi;
- semantic web dan linked open data;
- penerapan kecerdasan buatan dalam organisasi dan penemuan informasi.
5. Perpustakaan Digital dan Infrastruktur Pengetahuan
Topik dalam bidang ini meliputi:
- perpustakaan digital;
- repositori institusi;
- digitalisasi dan preservasi digital;
- kurasi digital;
- pengelolaan data penelitian;
- infrastruktur penelitian dan pengetahuan;
- interoperabilitas sistem informasi;
- teknologi cloud, blockchain, dan kecerdasan buatan untuk layanan informasi;
- keamanan, keberlanjutan, dan akses jangka panjang terhadap informasi digital.
6. Layanan Perpustakaan dan Pengalaman Pemustaka
Topik dalam bidang ini meliputi:
- inovasi layanan perpustakaan dan informasi;
- layanan referensi dan konsultasi informasi;
- desain layanan berorientasi pemustaka;
- pengalaman, kepuasan, dan loyalitas pemustaka;
- layanan inklusif bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas;
- layanan perpustakaan berbasis komunitas;
- ruang perpustakaan dan lingkungan belajar;
- pemasaran dan komunikasi layanan informasi;
- evaluasi kualitas dan dampak layanan.
7. Manajemen Perpustakaan dan Lembaga Informasi
Topik dalam bidang ini meliputi:
- perencanaan strategis dan tata kelola perpustakaan;
- kepemimpinan dan budaya organisasi;
- manajemen sumber daya manusia;
- manajemen pengetahuan;
- pengukuran kinerja dan dampak perpustakaan;
- manajemen mutu, risiko, dan perubahan;
- pembiayaan dan keberlanjutan lembaga informasi;
- kolaborasi, kemitraan, dan jejaring kelembagaan;
- pengelolaan perpustakaan sekolah, perguruan tinggi, umum, khusus, dan komunitas.
8. Profesi, Kompetensi, dan Pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Topik dalam bidang ini meliputi:
- perkembangan profesi pustakawan dan tenaga informasi;
- kompetensi dan pengembangan karier pustakawan;
- pendidikan dan kurikulum ilmu perpustakaan dan informasi;
- sertifikasi dan standar kompetensi;
- etika profesi;
- identitas dan peran profesional pustakawan;
- transformasi pekerjaan pustakawan akibat perkembangan teknologi;
- pengembangan profesi berkelanjutan.
9. Komunikasi Ilmiah dan Ilmu Terbuka
Topik dalam bidang ini meliputi:
- komunikasi dan penerbitan ilmiah;
- akses terbuka dan ilmu terbuka;
- repositori dan arsip ilmiah;
- bibliometrika, informetrika, saintometrika, dan altmetrika;
- evaluasi jurnal dan publikasi ilmiah;
- pola kolaborasi dan jaringan pengetahuan;
- integritas akademik dan etika publikasi;
- pengelolaan hak cipta dan lisensi ilmiah;
- data terbuka dan kebijakan berbagi data penelitian.
Kajian bibliometrik harus memiliki pertanyaan penelitian yang jelas, menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan, dan menghasilkan kontribusi analitis yang melampaui pemetaan deskriptif publikasi.
10. Kebijakan, Tata Kelola, dan Etika Informasi
Topik dalam bidang ini meliputi:
- kebijakan perpustakaan dan informasi;
- tata kelola informasi dan data;
- hak atas informasi dan kebebasan memperoleh informasi;
- privasi, perlindungan data, dan keamanan informasi;
- hak cipta dan kekayaan intelektual;
- sensor dan kebebasan intelektual;
- etika informasi dan etika penggunaan kecerdasan buatan;
- kebijakan keterbukaan informasi publik;
- standardisasi dan regulasi lembaga informasi.
11. Perpustakaan, Inklusi Sosial, dan Pembangunan Berkelanjutan
Topik dalam bidang ini meliputi:
- perpustakaan berbasis inklusi sosial;
- perpustakaan dan pemberdayaan masyarakat;
- peran perpustakaan dalam pembangunan berkelanjutan;
- layanan informasi bagi masyarakat pedesaan, pesisir, dan wilayah tertinggal;
- akses informasi bagi kelompok rentan;
- perpustakaan dan pengurangan kesenjangan digital;
- perpustakaan sebagai ruang publik dan ruang pembelajaran sosial;
- pelestarian pengetahuan lokal dan budaya;
- kontribusi perpustakaan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
12. Kearsipan, Dokumentasi, Museum, dan Lembaga Memori
Jurnal menerima kajian mengenai kearsipan, dokumentasi, museum, dan lembaga memori sepanjang memiliki hubungan yang kuat dengan ilmu perpustakaan dan informasi, antara lain:
- pengelolaan arsip dan rekod;
- preservasi pengetahuan dan warisan dokumenter;
- pengelolaan koleksi lembaga memori;
- integrasi perpustakaan, arsip, galeri, dan museum;
- akses dan pemanfaatan koleksi budaya;
- dokumentasi pengetahuan lokal;
- transformasi digital lembaga memori.
Pendekatan Keilmuan
Jurnal Pustakawan Indonesia menerima penelitian dengan pendekatan kuantitatif, kualitatif, campuran, komputasional, historis, evaluatif, eksperimental, partisipatif, dan komparatif.
Jurnal juga menerima:
- artikel penelitian;
- artikel konseptual;
- tinjauan pustaka sistematis;
- scoping review;
- meta-analisis;
- analisis kebijakan;
- studi kasus yang menghasilkan pembelajaran teoretis atau praktis yang dapat diterapkan secara lebih luas.
Pendekatan interdisipliner dapat digunakan dengan melibatkan bidang komunikasi, pendidikan, sosiologi, ilmu komputer, manajemen, kebijakan publik, budaya, dan bidang lainnya. Namun, artikel harus tetap memiliki keterkaitan yang jelas dan substantif dengan ilmu perpustakaan dan informasi.
Naskah di Luar Ruang Lingkup
Jurnal Pustakawan Indonesia tidak memprioritaskan:
- laporan kegiatan yang hanya mendeskripsikan pelaksanaan program;
- tulisan berbentuk opini tanpa kerangka konseptual dan bukti ilmiah;
- laporan pengabdian kepada masyarakat tanpa evaluasi dan analisis akademik;
- kajian teknologi komputer yang tidak memiliki keterkaitan dengan perpustakaan, informasi, data, atau pengetahuan;
- pemetaan bibliometrik yang hanya menyajikan jumlah publikasi dan visualisasi tanpa analisis substantif;
- studi internal satu lembaga yang tidak menunjukkan kontribusi, kebaruan, atau relevansi bagi konteks yang lebih luas;
naskah yang tidak memiliki metode, sumber data, dan proses analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.
