ANALISIS JEJARING DAN KONEKTIVITAS SISTEM SOSIAL–EKOLOGI PERIKANAN LOBSTER DI PESISIR KABUPATEN PANGANDARAN

Penulis

  • Herry, S.Si.,M.Si Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan lingkungan, IPB University, Bogor 16680
  • Prof. Dr. Luky Adrianto, M.Sc Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University, Bogor 16680; Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, IPB University, Bogor 16680
  • Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, Bogor 16680
  • Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudya Noorachmat, M.Eng. Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknik dan Teknologi, IPB University, Bogor 16680

DOI:

https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v13i1.71284

Kata Kunci:

Jejaring, Konektivitas, Lobster, Pangandaran, SES

Abstrak

Perairan Kabupaten Pangandaran salah satu wilayah potensial penyebaran lobster. Kegiatan penangkapan lobster yang berlebihan saat ini akan berdampak secara ekologi, sosial dan ekonomi, apabila tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan analisis jejaring dan konektivitas Social–Ecological Systems (SES) perikanan lobster sehingga arah kebijakan pemanfaatan lobster dapat berkelanjutan. Analisis jejaring dan konektivitas dibentuk dengan berbagai pendekatan pengumpulan dan pengolahan data terutama melalui pendekatan system scoping, diagnostic analysis, dan social - ecological network analysis. Ada tiga tahapan dalam analisis jejaring dan konektivitas SES perikanan lobster yang dilakukan, yaitu memetakan domain, kemudian memetakan interaksi serta mengukur konektivitas. Pemetaan domain memberikan pemahaman komprehensif mengenai struktur, interaksi, dan keterkaitan antara komponen sosial dan komponen ekologi. Pemetaan interaksi menghasilkan jejaring tidak begitu padat dengan struktur jejaring yang menunjukkan pola acak. Variabel kunci yang paling mempengaruhi keberlanjutan sumber daya lobster adalah stok lobster, aktivitas penangkapan, kualitas air dan musim penangkapan yang merupakan inti dari jejaring. Berdasarkan betweenness centrality yang menjadi perantara utama dalam sebuah jejaring yaitu lobster dengan aktivitas penangkapannya, sedangkan pengepul besar yang merupakan aktor kunci.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Prof. Dr. Luky Adrianto, M.Sc, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University, Bogor 16680; Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, IPB University, Bogor 16680

    Manajemen Sumberdaya Perairan

  • Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si, Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, Bogor 16680

    Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, Bogor, Indonesia

  • Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudya Noorachmat, M.Eng., Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknik dan Teknologi, IPB University, Bogor 16680

    Teknik Mesin dan Biosistem

Referensi

Abu R, Reed MG, Jardine TD. 2020. Using Two-Eyed Seeing to Bridge Western Science and Indigenous Knowledge Systems and Understand Long-Term Change in the Saskatchewan River Delta, Canada. Int J Water Resour Dev. 36(5): 757–776. http://doi.org/10.1080/07900627.2018.1558050.

Adrianto L. 2023. Dekonstruksi Teoretik dan Empirik Pengelolaan Sumberdaya Perikanan di Indonesia: Sebuah Pendekatan Social-Ecological System (SES). Orasi Ilmiah Guru Besar IPB. Bogor: IPB University.

Anderies JM, Janssen MA. 2013. Robustness of Social-Ecological Systems. Policy Stud J 41: 513-536. https://doi.org/10.1111/psj.12027.

Biggs R, Vos A de, Preiser R, Clements H, Maciejewski K, Schlüter M. 2021. The Routledge Handbook of Research Methods for Social-Ecological Systems. Routledge. New York.

Braun V, Clarke V. 2006. Using thematic analysis in psychology. Qual Res Psychol. 3(2):77–101. http://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa.

Butt CT. 2020. Package ’SNA’ Tools for Social Network Analysis.

Christie P. 2011. Creating Space for Interdisciplinary Marine and Coastal Research: Five Dilemmas and Suggested Resolutions. Environmental Conservation 38: 172–186. http://doi.org/10.1017/S0376892911000129.

de Vos A, Biggs R, Preiser R. 2019. Methods for Understanding Social-Ecological Systems: A Review of Place-Based Studies. Ecology and Society. 24(4): 1–24. http://doi.org/10.5751/ES-11236-240416.

Folke C, Carpenter SR, Walker B, Scheffer M, Chapin T, Rockström J. 2010. Resilience Thinking: Integrating Resilience, Adaptability and Transformability. Ecology and Society 15(4). http://www.ecologyandsociety.org/vol15/iss4/art20/.

Herrero-Jáuregui C, Arnaiz-Schmitz C, Reyes MF, Telesnicki M, Agramonte I, Easdale MH, Schmitz MF, Aguiar M, Gómez-Sal A, Montes C. 2018. What Do We Talk about When We Talk About Social-Ecological Systems? A Literature Review. Sustainability (Switzerland) 10(8): 2950. http://doi.org/10.3390/su10082950.

Horcea-Milcu AI, Martín-López B, Lam DPM, Lang DJ. 2020. Research Pathways to Foster Transformation: Linking Sustainability Science and Social-Ecological Systems Research. Ecology and Society 25(1): 13. http://doi.org/10.5751/ES-11332-250113

Latupeirissa A, Sediyono E, Iriani A. 2019. Pemanfaatan social network analysis untuk menganalisis kolaborasi komunikasi pada balai perikanan budidaya laut Ambon. Jurnal Sistem Informasi Bisnis 9(2):121-132. http://doi.org/10.21456/vol9iss2pp121-132.

Long RD, Charles A, Stephenson RL. 2015. Key Principles of Marine Ecosystem-Based Management. Marine Policy 57: 53–60. http://dx.doi.org/10.1016/j.marpol.2015.01.013.

Madduppa H, Subhan B, Arafat D, Zamani NP, 2016. Riset dan Inovasi Terumbu Karawang dan Proses Pemilihan Teknik Rehabilitasi: Sebuah Usulan Menghadapi Gangguan Alami dan Antropogenik Kasus di Kepulaun Seribu. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan 3(2): 130-139. https://dx.doi.org/10.20957/jkebijakan.v3i2.15513.

McGinnis MD. 2011. An Introduction to IAD and the Language of the Ostrom Workshop: A Simple Guide to a Complex Framework. Policy Studies Journal 39(1): 169-183.

Munawar. 2021. Kajian Sistem Sosial-Ekologi Untuk Pengelolaan Teluk Berkelanjutan (Studi Kasus: Teluk Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat). Disertation. Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Newing H, Eagle CM, Puri RK, Watson CW. 2010. Conducting Research in Conservation: Social Science Methods and Practice. Routledge. New York.

Orach K, Schlüter M. 2016. Uncovering The Political Dimension of Social-Ecological Systems: Contributions from Policy Process Frameworks. Global Environmental Change. 40: 13–25. http://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2016.06.002

Ostrom E. 2007. A Diagnostic Approach for Going Beyond Panaceas. Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A. 104(39): 15181-15187. https://doi.org/10.1073/pnas.0702288104

Ritchie JB, Lewis J, Nicholls CM, Ormston R. 2013. Qualitative Research Practice: A Guide for Social Science Students and Researchers. Sage. London.

Romdon S, Sumindar, Kuslani Hendra. 2016. Tata Cara Penandaan Udang Lobster Pasir (Panulirus homarus) di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Buletin Teknik Litkayasa 14(2): 97-98.

Schoon M, van der Leeuw S. 2015. The Shift Toward Social-Ecological Systems Perspectives: Insights i nto The Human-Nature Relationship. Natures Sciences Societes. 23(2): 16–174. http://doi.org/10.1051/nss/2015034.

Solihin A, Alamin MA, Isdahartatie. 2016. Penguatan Kelembagaan TPI dalam Mewujudkan Perikanan Berkelanjutan dan Berkeadilan. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan 3(3): 205–215. https://doi.org/10.20957/jkebijakan.v3i3.16253.

Suhana. 2015. Kebijakan Kelautan dan Perikanan dan Implikasinya Terhadap Kelestarian Sumberdaya Ikan dan Ekonomi Perikanan Indonesia. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan 1(1): 70–76.

Wang Y, Thangasamy VK, Hou Z, Tiong RLK, Zhang L. 2020. Collaborative Relationship Discovery in BIM Project Delivery: A Social Network Analysis Approach. Autom Constr 114. https://doi.org/10.1016/j.autcon.2020.103147.

[DKPKP] Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan. 2025. Surat Edaran Nomor: 500.5.6/2470/DKPKP/2005 Tentang Penyesuaian Kegiatan Penangkapan dan Pengeluaran Benih Bening Lobster (BBL) Berdasar Permen KP Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.).

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2015. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Penangkapan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.). KKP. Jakarta.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2016. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 Tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) dari Wilayah Negara. KKP. Jakarta.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2020. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia. KKP. Jakarta.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2021. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia. KKP. Jakarta.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2022. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16 Tahun 2022 Tentang Perubahaan atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia. KKP. Jakarta.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2024. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.). KKP. Jakarta.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-01

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Herry, Adrianto, L., Satria, A., & Noorachmat, B. P. . (2026). ANALISIS JEJARING DAN KONEKTIVITAS SISTEM SOSIAL–EKOLOGI PERIKANAN LOBSTER DI PESISIR KABUPATEN PANGANDARAN. RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian Dan Lingkungan, 13(1), 73-85. https://doi.org/10.29244/jkebijakan.v13i1.71284

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.