ANALISIS EKSERGI PADA TEKNOLOGI PRODUKSI BIODIESEL KELAPA SAWIT

  • Rosmeika, Armansyah H. Tambunan dan Arief Sabdo Yuwono TIP

Abstract

ABSTRAK

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar diesel, karena sifatnya yang terbarukan dan ramah lingkungan. Biodiesel dapat diproduksi baik secara proses katalitik ataupun non-katalitik. Makalah ini membahas dua teknologi yang berbeda dalam memproduksi biodiesel kelapa sawit, yaitu proses katalitik yang menggunakan katalis basa dan proses non katalitik uap metanol superheated (superheated methanol vapor / SMV). Analisis eksergi dilakukan untuk membandingkan kedua teknologi tersebut. Sistem tertutup diasumsikan pada analisis eksergi, sedangkan eksergi kinetik dan potensial diabaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total efisiensi eksergi untuk proses non-katalitik SMV lebih rendah dibandingkan proses katalitik, yaitu sebesar 92,61% dan 95,37%, secara berurutan. Proses penguapan metanol memberikan kontribusi yang tinggi pada ireversibilitas (tidak mampu balik), yaitu sebesar 2802.07 kJ/kg biodiesel. Penerapan proses resirkulasi panas dapat meningkatkan efisiensi eksergi pada proses produksi biodiesel, terutama apabila metode SMV akan diterapkan. Ireversibilitas pada proses non-katalitik SMV lebih tinggi dibandingkan proses katalitik, karena kebutuhan suhu yang tinggi pada proses non-katalitik SMV. Oleh karena itu, perbaikan proses SMV sangat perlu dilakukan, terutama pada proses penguapan metanol, guna meningkatnya efisiensi proses tersebut.

Kata kunci: minyak sawit, biodiesel, uap metanol superheated, katalis basa, analisis eksergi

Published
2015-03-03