PENGARUH UKURAN SERAT SELULOSA ASETAT DAN PENAMBAHAN DIETILEN GLIKOL (DEG) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK BIOPLASTIK

  • Nur Alim Bahmid, Khaswar Syamsu dan Akhiruddin Maddu TIP

Abstract

ABSTRAK

 

Kesadaran lingkungan menjadi pendorong utama dalam pengembangan bioplastik sebagai pengganti plastik konvensional. Salah satu bahan baku potensial bioplastik yaitu selulosa, tetapi memiliki sifat mekanik bioplastik yang masih belum sebanding dengan plastik konvensional sehingga perlu upaya untuk perbaikan. Kekuatan mekanik pada serat selulosa dipengaruhi oleh diameter serat sehingga diperlukan pengecilan ukuran hingga menjadi nanofiber. Tujuan dari penelitian ini  adalah membandingkan sifat mekanik bioplastik dari mikrofiber dan nanofiber selulosa asetat dan mengetahui pengaruh penambahan pemlastis dietilen glikol (DEG) terhadap sifat mekanik bioplastik yang dihasilkan. Penelitian ini didahului oleh pembuatan selulosa asetat dari selulosa tandan kosong kelapa sawit dan sintesis nanofiber selulosa asetat dengan metode electrospinning. Penelitian utama adalah pembuatan bioplastik menggunakan metode solution casting dengan perlakuan ukuran serat selulosa asetat (mikrofiber atau nanofiber) dan penambahan pemlastis DEG (0,10, 20 dan 30%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sifat mekanik bioplastik nanofiber lebih baik dibanding microfiber selulosa asetat. Penambahan pemlastis meningkatkan elongasi, daya serap air dan densitas tetapi menurunkan kuat tarik dan modulus elastisitas bioplastik. Berdasarkan sifat fisik dan mekanik, perlakuan terbaik dihasilkan pada bioplastik nanofiber selulosa asetat dengan konsentrasi pemlastis 10%. Sifat mekanik bioplastik yang dihasilkan adalah kuat tarik 18,560 MPa, elongasi 3,953%, modulus elastisitas 0,676 GPa, daya serap air 16,772% dan densitas 1,045 g/cm3.

Kata kunci : selulosa asetat, bioplastik, nanofiber, electrospinning, sifat mekanik

Published
2015-03-03