PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP MUTU KIMIA DAN KOMPOSISI ASAM LEMAK MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus)

  • Zita Letviany Sarungallo, Purwiyatno Hariyadi, Nuri Andarwulan Eko Hari Purnomo TIP

Abstract

ABSTRAK

Minyak buah merah (Pandanus conoideus) secara tradisional telah dikenal dan digunakan oleh masyarakat Papua. Teknik ekstraksi yang digunakan secara luas oleh masyarakat adalah ekstraksi basah dengan proses pemasakan buah merah sehingga menyebabkan kerusakan minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh metode ekstraksi terhadap kualitas kimia dan komposisi asam lemak dari minyak buah merah yang dihasilkan. Metode ekstraksi yang dipelajari adalah (i) metode ekstraksi basah (dengan penambahan air) dan (ii) metode ekstraksi kering (tanpa penambahan air); serta metode Folch digunakan sebagai metode pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kimia minyak buah merah yang dihasilkan dengan metode ekstraksi kering secara nyata (P<0,05) lebih baik dibandingkan dengan minyak yang dihasilkan dengan metode ekstraksi basah, terutama karena kadar asam lemak bebas (ALB) yang lebih rendah, serta kadar total karotenoid dan tokoferol yang lebih tinggi, tapi memiliki kualitas yang sama berkaitan dengan kadar air dan nilai peroksida. Tahapan dalam metode ekstraksi minyak buah merah baik dengan cara kering maupun basah dalam kajian ini tidak mempengaruhi sifat kimia minyak yang dinyatakan oleh komposisi asam lemak dan bilangan iod yang tidak berbeda nyata (P<0,05) dengan metode Folch. Faktor kritis untuk proses ekstraksi minyak buah merah terletak pada tahap pemanasan, dimana parameter yang perlu dikendalikan adalah keberadaan air, suhu dan lama proses.

Kata kunci: buah merah (Pandanus conoideus), ektraksi, sifat kimia minyak, karotenoid dan tokoferol

Published
2015-03-03