MODEL PENUNJANG KEPUTUSAN PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI GULA TEBU (Studi Kasus di Provinsi Nusa Tenggara Timur)

  • Fahrizal, Marimin, Mohamad Yani, M. Yanuar Jarwadi Purwanto, Sumaryanto TIP

Abstract

ABSTRAK

Pengembangan agroindustri gula tebu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan proses pengambilan keputusan strategis. Proses ini dihadapkan pada tingkat kompleksitas tinggi, seperti jumlah dan penyebaran tenaga kerja tidak merata, ketersediaan infrastruktur dan struktur biaya tidak seragam, serta keberagaman pada faktor agroklimat dan jenis tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model penunjang keputusan pengembangan agroindustri gula tebu di NTT, melalui tahapan seleksi lokasi agroindustri, penyusunan struktur sistem pengembangan kemitraan tebu rakyat dan analisis kelayakan finansial. Seleksi lokasi agroindustri menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), kemudian analisis spasial lokasi prioritas menggunakan metode Geographic Information System (GIS) dan penentuan kawasan prioritas menggunakan metode Location Quotient (LQ). Strukturisasi sistem pengembangan kemitraan tebu rakyat menggunakan Interpretive Structural Modeling (ISM) dan analisis kelayakan finansial menggunakan analisis kelayakan usaha. Berdasarkan evaluasi tujuan, kriteria dan alternatif menggunakan teknik AHP diperoleh hasil bahwa tujuan penyerapan tenaga kerja mendapatkan skor tertinggi dengan skor 0,659. Kriteria demografi mendapatkan prioritas tertinggi dengan skor 0,419. Penilaian alternatif diperoleh hasil bahwa skor tertinggi pada Kabupaten Belu dengan skor 0,437. Berdasarkan analisis LQ diperoleh bahwa Kecamatan Weliman menjadi prioritas pertama  menjadi kawasan pengembangan agroindustri gula tebu. Berdasarkan analisis kelayakan finansial diketahui bahwa pada discount rate 12%,  nilai NPV sebesar Rp 215.944.224.926, Net BC rasio sebesar 1,13,  IRR 17,37% dan PBP 9,91 tahun. Pengembangan agroindustri gula tebu di NTT layak untuk dilakukan.

 

Kata kunci: agroindustri gula tebu, seleksi lokasi, analisis kelayakan, location quotient

 

Published
2015-03-03