REDUKSI SISA PELARUT ETANOL OLEORESIN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii)

  • Lia Umi Khasanah, R. Baskara Katri Anand , Rohula Utami, Pratiwi Kusumaningrum, Mesi Waningsih TIP

Abstract

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi proses destilasi kolom serta kondisi proses destilasi kolom packing yang optimum dalam mereduksi kadar sisa pelarut etanol destilat kayu manis (Cinnamomum burmannii) pada variasi suhu destilasi (73, 78, dan 83oC) dan waktu destilasi (3, 4, dan 5 jam), mengetahui kadar sisa pelarut etanol oleoresin kayu manis setelah pengovenan serta mengetahui karakteristik oleoresin kayu manis yang meliputi kadar senyawa aktif dan kadar minyak atsiri. Hasil prediksi RSM menunjukkan bahwa kadar sisa pelarut etanol destilat kayu manis sebesar 0 ppm diperoleh dengan destilasi kolom pada  suhu 85oC selama 3 jam 8 menit dan destilasi kolom packing pada suhu 83oC selama 6 jam 40 menit. Akan tetapi, hasil verifikasi menunjukkan bahwa kadar sisa pelarut etanol lebih tinggi daripada hasil prediksi RSM yaitu sebesar 201957,4 ppm untuk destilasi kolom dan 107631 ppm untuk destilasi kolom packing. Pengovenan destilat pada suhu 80oC selama 3 jam mampu menghasilkan kenampakan fisik oleoresin berupa cairan kental atau pasta berwarna coklat kemerahan dengan kadar sisa pelarut 0 ppm untuk destilat destilasi kolom dan 82,75 ppm untuk destilat destilasi kolom packing.  Karakteristik mutu oleoresin kayu manis dengan destilasi kolom adalah kadar sinamaldehida 6,83%, kadar kumarin 51,11% dan kadar minyak atsiri 9,91%. Karakteristik mutu oleoresin kayu manis destilasi kolom packing pada kadar sisa pelarut etanol optimum adalah kadar sinamaldehida 69,48% dan kadar minyak atsiri 9,96%.

Kata kunci : Cinnamomum burmannii, destilasi, kayu manis, oleoresin, sisa pelarut
Published
2014-06-24