PRODUKSI BIOETANOL DARI HIDROLISAT PATI SINGKONG RACUN DENGAN FERMENTASI REPEATED-BATCH OLEH Saccharomyces cerevisiae TERIMOBILISASI PADA AMPAS SINGKONG

  • Liesbetini Haditjaroko, Khaswar Syamsu, Anya Meryandini, Ahmad Jaelani Manurung TIP

Abstract

ABSTRAK

Produksi bioetanol secara curah oleh sel mikroba bebas memiliki kelemahan, yaitu produktivitas dan efisiensinya yang rendah. Dalam penelitian ini sel Saccharomyces cerevisiae diimobilisasi menggunakan ampas singkong. Bahan ini merupakan hasil samping produksi pati singkong dan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses produksi bioetanol dari pati singkong racun dengan fermentasi secara repeated-batch 6 siklus oleh S.cerevisiae terimobilisasi pada ampas singkong. Metode penelitian ini terdiri atas ekstraksi pati, pembuatan hidrolisat pati secara enzimatis, perlakuan terhadap ampas singkong oleh HCl 3% (v/v), imobilisasi S.cerevisiae pada ampas singkong, serta fermentasi secara repeated-batch. Pada penelitian ini diperoleh rendemen pati sebesar 26,20% (b/b) serta efisiensi konversi pati menjadi hidrolisat pati sebesar 36,89% (b/b). Penggunaan ampas singkong hasil perlakuan oleh HCl telah mampu mengimobilisasi sel sebanyak 1,76x1011 sel/g carrier. Fermentasi secara repeated-batch oleh S.cerevisiae terimobilisasi pada ampas singkong dengan kadar total gula awal 140 g/L telah menghasilkan etanol berkadar 42,72-63,66 g/L, produktivitas 1,78-2,66 g/L/jam, yield sebesar 0,33-0,47 g etanol/g gula, persentase konversi gula sebesar 90,80-95,74%, serta efisiensi sebesar 65,91-93,13%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode imobilisasi yang digunakan memiliki kestabilan yang baik, serta didapatkan produktivitas bioetanol, persentase konversi gula dan efisiensi yang tinggi dengan fermentasi secara repeated-batch.

Kata kunci: ampas singkong, bioetanol, fermentasi, repeated-batch, Saccharomyces cerevisiae
Published
2014-06-24