Digital Natives Dan Digital Immigrant Dalam Meningkatkan Penggunaan di Kota Bogor
DOI:
https://doi.org/10.29244/j32fnq13Keywords:
Adoption, Digital Immigrant, Digital Natives, Innovation SiBadraAbstract
Era industri 4.0 membawa perubahan besar pada proses pembangunan di Indonesia, baik dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun dalam pemanfaatan teknologi modern. Penelitian ini difokuskan pada hubungan antara perbedaan generasi—digital natives dan digital immigrants—dengan tingkat adopsi inovasi layanan SiBadra di Kota Bogor. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan dari 150 responden. Responden diambil dari jumlah sampel, dimana sampel yang digunakan berdasarkan pengaduan dan penggunaan layanan SiBadra di Kota Bogor yang diterima oleh oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor. Jumlah populasi pengaduan yang masuk sebagai sampel berdasarkan sumber Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor sebanyak 1709 orang. Kelonggaran ketidaktelitian ditentukan berdasarkan jumlah populasi yang ada. kelonggaran ketidaktelitian sebesar 10 persen, Responden dalam penelitian ini minimal berjumlah 100 orang. Penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 150 orang sehingga tidak menghasilkan bias dari jumlah minimal responden yang diperlukan berdasarkan rumus SlovinHasil analisis menunjukkan bahwa usia, pendidikan, jenis kelamin, dan pengalaman memiliki hubungan yang signifikan terhadap pemahaman dan pemanfaatan SiBadra. Generasi digital natives, yang mencakup 60,6% responden, menunjukkan kecenderungan lebih tinggi dalam mengadopsi dan memahami platform pengaduan digital tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik generasi secara fundamental memengaruhi bagaimana inovasi diterima dan diimplementasikan dalam konteks kota cerdas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fahmi Fuad Cholagi, Pudji Muljono, Wahyu Budi Priatna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







