Analisis  Pendapatan dan Efisiensi Produksi Usaha Ternak Sapi Perah Sistem Terintegrasi dan Konvensional di Bogor

Analysis of Income and Production Efficiency of Integrated and Conventional Dairy Farming Businesses in Bogor

Authors

  • Siti Anggi Department of Resource and Environmental Economics, Faculty of Economics and Management, IPB University, Indonesia
  • Rizal Bahtiar Department of Resource and Environmental Economics, Faculty of Economics and Management, IPB University, Indonesia
  • Fitria Dewi Raswatie Department of Resource and Environmental Economics, Faculty of Economics and Management, IPB University, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29244/yspdae42

Keywords:

efficiency, milk production, production factors, Revenue-Cost (R/C) Ratio, Stochastic Frontier Analysis

Abstract

Dairy farming plays a strategic role in supporting the national supply of fresh milk and improving farmers' welfare. However, the industry still faces several challenges, including suboptimal production efficiency, limited feed availability, and high operational costs. One approach to addressing these challenges is the implementation of an integrated dairy farming system, which integrates livestock production with resource utilization and waste management to improve production efficiency. This study was conducted on dairy farms implementing an integrated farming system in the Livestock Farming Area (KUNAK) of Pamijahan and Cibungbulang, as well as conventional dairy farms in Kebon Pedes Village. Differences in management practices between the integrated and conventional farming systems were presumed to affect milk production, farm income, and the efficiency of dairy farming. This study aimed to analyze the factors affecting milk production as well as to analyze farm income and the levels of technical, allocative, and economic efficiency in integrated and conventional dairy farming systems. The analytical methods included production factor analysis using Maximum Likelihood Estimation (MLE), income analysis using the Revenue-Cost (R/C) Ratio, and Stochastic Frontier Analysis (SFA) to measure technical, allocative, and economic efficiency. The results showed that forage, concentrate feed, tofu by-product, and labor had a positive and significant effect on milk production. Dairy farms implementing the integrated farming system generated higher income than those adopting the conventional system. Furthermore, both farming systems achieved technical and allocative efficiency (≥0.70). Economically, the integrated farming system achieved economic efficiency (≥0.70), whereas the conventional farming system had not yet achieved economic efficiency (<0.70).

Usaha peternakan sapi perah memiliki peran strategis dalam mendukung produksi susu segar nasional dan peningkatan kesejahteraan peternak. Namun, usaha ini masih menghadapi kendala seperti efisiensi produksi yang belum optimal, ketersediaan pakan, dan tingginya biaya operasional. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan sistem peternakan terintegrasi, yaitu sistem yang mengintegrasikan usaha ternak dengan pemanfaatan sumber daya dan pengelolaan limbah untuk meningkatkan efisiensi produksi. Penelitian ini dilakukan pada peternakan sapi perah dengan sistem terintegrasi di Kawasan Usaha Peternakan (KUNAK) Pamijahan dan Cibungbulang serta sistem konvensional di Kelurahan Kebon Pedes. Perbedaan sistem pengelolaan antara sistem terintegrasi dan sistem konvensional diduga memengaruhi produksi, pendapatan, dan efisiensi usaha ternak sapi perah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi susu serta menganalisis pendapatan dan tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi pada usaha ternak sapi perah dengan sistem terintegrasi dan konvensional. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis faktor produksi dengan menggunakan Maximum Likelihood Estimation (MLE), analisis pendapatan dengan menggunakan R/C ratio, serta Stochastic Frontier Analysis (SFA) untuk mengukur efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan hijauan, pakan konsentrat, pakan ampas tahu, dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi susu. Usaha ternak sapi perah dengan sistem terintegrasi menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan sistem konvensional. Selain itu, kedua sistem telah efisien secara teknis dan alokatif (≥0,70). Secara ekonomi, sistem peternakan terintegrasi telah mencapai efisiensi ekonomi (≥0,70), sedangkan sistem konvensional masih belum efisien secara ekonomi (<0,70).

References

Amam, A., dan Harsita, P. A. 2019. Tiga pilar usaha ternak: breeding, feeding, and management. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 14(4), 431-439. https://doi.org/10.31186/jspi.id.144.431-439.

Asmara, A., Purnamadewi, Y. L., dan Lubis, D. 2016. Keragaan produksi susu dan efisiensi usaha peternakan sapi perah rakyat di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Agribisnis, 13(1), 14–25. https://doi.org/10.17358/jma.13.1.14.

Astuty D. (2024). Analisis efisiensi produksi usahatani ubi jalar di Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Baharuddin, M.R., Hidayati G.S., Amir B. (2019). Pemberdayaan masyarakat marannu melalui pertanian dan peternakan terintegrasi dalam rangka mewujudkan Kabupaten Pinrang sebagai poros utama pemenuhan pangan nasional. Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 1(2): 99-104. doi: 10.31960/caradde.v1i2.69.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2025. Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan (Milyar Rupiah).

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2025. Populasi Sapi Perah menurut Provinsi (Ekor). Jakarta (ID): BPS.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2025. Produksi Susu Segar Menurut Provinsi (ton). Jakarta (ID): BPS.

Coelli T, Rao, D.S.P., Battese G.E. (1998). An Introduction to Efficiency and Productivity Analysis. Boston: Kluwer Academic Publisher.

Debertin, D.L. (1986). Agricultural Production Economics. Macmillan Publishing Company, New York.

Faishal M.M., Susilorini T.E., Sudarwati H. (2022). Performa produksi sapi perah yang diberikan konsentrat dengan tambahan tepung biji kurma (Phoenix dactylifera l.) pada berbagai level. In Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian. 3(1):502-511. doi: 10.47687/snppvp.v3i1.354.

Fauzan, M. (2020). Profitabilitas dan efisiensi usaha ternak sapi perah di Kabupaten Sleman. Agric, 32(2), 173-188. https://doi.org/10.24246/agric.2020.v32.i2.p173-188.

Firlia, M. (2017). Analisis risiko produksi susu sapi perah di CV Waluya Wijaya Farm Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Hayati, N., Rahmawati, S., Made, U., Maksum, H., Lasmini, S. A., dan Rosmini, R. 2021. Pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknik integrasi tanaman-ternak berbazis zero waste agriculture. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1). https://doi.org/10.31849/dinamisia.v5i1.4596.

Jondrow, J., Lovell C.A.K., Materov, I.F., Schmidt, P. (1982). On estimation of technical inefficiency in the stochastic frontier production function model. Journal of Econometrics. 19(1): 233-238.

Kadir, M.J. (2020). Analisis pendapatan sistem pertanian terpadu integrasi padi-ternak sapi di Kelurahan Tatae Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang. JiiP. 6(1), 42-56.

[KEMENTAN] Kementerian Pertanian. 2025. Kementan kejar percepatan produksi susu segar nasional, kurangi ketergantungan impor. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jakarta. [diakses Juni 2026]. https://ditjenpkh.pertanian.go.id/berita/kementan-kejar-percepatan-produksi-susu-segar-nasional-kurangi-ketergantungan-impor.

Malau, L. R. E., dan Winandi, R. 2016. Pendapatan usahaternak sapi perah anggota KPS Bogor (Kasus: KUNAK Cibungbulang dan Kelurahan Kebon Pedes). Jurnal Agribisnis Indonesia, 4(1), 67-84.

Mayasari, N., dan Ismiraj, M. R. 2019. Introduksi pemanfaatan legum Indigofera zollingeriana sebagai pengganti sebagian konsentrat pada sapi potong di kelompok peternak Putra Nusa, Desa Kondangdjaja, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 8(2), 105–110. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v8i2.21055.

Osak, R.E., Hartono, B., Fanani, Z., Utami, H.D. (2015). Profil sistem integrasi usaha sapi perah dengan tanaman hortikultura di Nongkojajar Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Universitas Brawijaya. 25(2): 49-61.

Priambodo, F.A. (2024). Analisis pendapatan dan efisiensi produksi usaha peternakan sapi perah di Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Rouf, A.A., Munawaroh, S. (2016). Analisis efisiensi teknis dan faktor penentu inefisiensi usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Gorontalo. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 19(2):103-118.

Rusdiana, S., dan L. Praharani. (2020). Analisis usaha sapi perah kembar di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jurnal Veteriner, 21(2):319-332, Doi:10.19087/jveriner.2020.21.2.319.

Simamora, J.M.P., Zebua, D.D.N. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu sapi perah di Desa Samirono Kecamatan Getasan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh. 9(2):471-480. doi: 10.25157/jimag.v9i2.7088.

Soekartawi. (1990). Teori ekonomi produksi dengan pokok bahasan analisis fungsi Cobb-Douglas. Jakarta: Penerbit CV Rajawali.

Sudrajat G. 2019. Efisiensi teknis dan kesenjangan teknologi usaha ternak sapi potong di Indonesia [tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Utama, R. A., Rohmah, A. N., dan Rahman, R. Y. 2024. Analisis biaya dan pendapatan peternakan sapi perah Rembangan Dairy Farm. Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 7(2), 97–106. https://doi.org/10.33096/wiratani.v7i2.464.

Virginaura, F. A., Ekowati, T., dan Setiyawan, H. (2024). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi susu sapi perah pada kelompok tani ternak di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Mimbar Agribisnis, 10(2), 2375–2384. http://dx.doi.org/10.25157/ma.v10i2.14188.

Wijaksana, G., Safri, M., Parmadi, P. (2017). Kontribusi dan elastisitas subsektor dalam sektor pertanian di Kabupaten Tebo. Jurnal Paradigma Ekonomi. 12(2):77–86. doi:10.22437/paradigma.v12i2.3943.

Yusuf, M., Rahayu, M., Nursan, M., Afu, F.R., Septiadi, D., Suparyana, P.K. (2022). Pemberdayaan ekonomi masyarakat tani lahana kering melalui pengembangan usahatani terpadu berbasis ternak sapi bali di Desa Selengan Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA. 5(3): 116-124. doi: 10.29303/jpmpi.v4i3.2058.

Downloads

Published

2026-06-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Analisis  Pendapatan dan Efisiensi Produksi Usaha Ternak Sapi Perah Sistem Terintegrasi dan Konvensional di Bogor: Analysis of Income and Production Efficiency of Integrated and Conventional Dairy Farming Businesses in Bogor. (2026). Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics, 5(1), 26-39. https://doi.org/10.29244/yspdae42