Kasus dan Dampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia

Authors

  • Joko Mulyono Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Kementerian Pertanian Indonesia
  • Abdul Aziz di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Kementerian Pertanian Indonesia
  • Ivan Mambaul Munir Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0802.1666-1677

Keywords:

Indonesia, kebijakan, penyakit mulut dan kuku

Abstract

Kemunculan kembali (resurgensi) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia sejak tahun 2022 hingga awal 2025 telah berkembang menjadi ancaman sistemik yang mendisrupsi stabilitas industri peternakan nasional. Dengan akumulasi kasus mencapai puluhan ribu ekor dan total kerugian ekonomi yang diproyeksikan menyentuh angka Rp9,9 triliun, wabah ini tidak hanya melumpuhkan produktivitas sapi potong dan perah, tetapi juga mengancam ketahanan pangan serta kesejahteraan jutaan peternak kecil. Eskalasi kasus di wilayah sentra peternakan Pulau Jawa mengungkap kerentanan fundamental pada sistem biosekuriti, efektivitas pengawasan lalu lintas ternak, serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia veteriner di lapangan. Tanpa transformasi kebijakan yang fokus pada penguatan sistem komando terpadu, penegakan hukum di jalur perdagangan nonformal, dan kemandirian produksi vaksin domestik, Indonesia berisiko menghadapi kerugian sosial ekonomi yang jauh lebih masif dan kehilangan kredibilitas di pasar internasional. Ringkasan kebijakan ini memberikan analisis mendalam mengenai determinan utama wabah serta menyajikan rekomendasi strategis yang sangat relevan dan layak ditindaklanjuti oleh para pengambil kebijakan guna menjamin resiliensi sektor peternakan di masa depan.

Author Biographies

  • Joko Mulyono, Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Kementerian Pertanian Indonesia

    Analis Kebijakan di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian sejak tahun 2022. Sebelumnya merupakan peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Saat ini Penulis aktif dalam kajian analisis kebijakan sosial ekonomi pertanian dan menulis beberapa Policy Brief dan Artikel kebijakan. Pada tahun 2025, penulis menghasilkan artikel kebijakan tentang Strategi Pemenuhan Kebutuhan Pangan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur yang terbit pada Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Vol. 12 No.1 Tahun 2025, IPB dan Policy Brief tentang Membernaskan Kelembagaan Brigade Pangan yang terbit pada SAJAK (Suara Analis Kebijakan) Vol. 2 No.1 ((2025).

  • Abdul Aziz, di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Kementerian Pertanian Indonesia

    Analis Kebijakan di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian sejak tahun 2025. Saat ini Penulis aktif dalam kajian analisis kebijakan sosial ekonomi pertanian dan menulis beberapa Policy Brief dan Artikel kebijakan. Pada tahun 2025, penulis menghasilkan artikel kebijakan tentang How can Indonesia Strengthen Village Extension Centers? yang terbit pada Policy Brief Asia-Pacific Island Rural Advisory Services Network (APIRAS), policy brief tentang Identifikasi Program Pembangunan Pertanian dalam Penurunan Gas Emisi Rumah Kaca, Kesiapan Kementerian Pertanian Menghadapi Implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK), dan Kondisi Ideal Gapoktan sebagai Penerima Pupuk pada Titik Serah Pupuk Subsidi yang Berkelanjutan, dan Optimalisasi Sistem Perbenihan Hortikultura: Penguatan Regulasi dan Inovasi sebagai Pilar Utama.

  • Ivan Mambaul Munir, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Indonesia

    PNS profesional pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian. Selain di birokrasi, juga berkontribusi dalam bidang akademik dan riset. Melalui profil Scholar, penulis aktif dalam melakukan penelitian dan publikasi ilmiah yang relevan dengan pengembangan kebijakan pertanian dan peternakan di Indonesia. Saat ini, penulis fokus pada upaya hilirisasi industri perunggasan dan peternakan terintegrasi guna memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian protein hewani di seluruh pelosok nusantara.

References

Adhiem, M. A. (2025). Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK): Evaluasi Dampak dan Alternatif Kebijakan. Info Singkat, 17(2), 01–05.

Adjid, R. M. A. (2020). Foot and Mouth Disease: Exotic Animal Disease that must be Alert of Entry into Indonesia. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences, 30(2), 61. https://doi.org/10.14334/wartazoa.v30i2.2490

AIHSP (Australia Indonesia Health Security Partnership). (2024). file-kc-a017.pdf. https://onehealth.or.id/en/media_kie/biosekuriti-strategi-pencegahan-penyebaran-penyakit-mulut-dan-kuku-pmk/

Andriani, A. P., Hadid, T., & Rezky, S. (2023). Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Wabah Pmk pada Masyarakat Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(5), 2016–2023. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i5.8508

Ariska, T., Hermawan, H., & Firman, A. (2024). Dampak Penyakit Mulut dan Kuku Terhadap Produksi, Kualitas Susu Sapi Perah, dan Penerimaan Peternak di Wilayah Kerja KSU Tandangsari. Jurnal Peternakan Nusantara, 10(2), 81–92. https://doi.org/10.30997/jpn.v10i2.14188

Ayudiana, S. (2025, August 26). Pemerintah Menargetkan Indonesia Bebas Penyakit Mulut dan Kuku pada 2035. ANTARA. https://www.antaranews.com/berita/5065697/pemerintah-targetkan-indonesia-bebas-penyakit-mulut-dan-kuku-pada-2035

Belgania, R. H. (2025, July 2). Tiga Tahun Perangi Re-Emergensi Penyakit Mulut dan Kuku di Indonesia : Tantangan dan Kebijakan. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Sinagara, Kementerian Pertanian RI. https://bbpkhcinagara.bppsdmp.pertanian.go.id/artikel/tiga-tahun-perangi-reemergensi-penyakit-mulut-dan-kuku-di-indonesia--tantangan-dan-kebijakan

Bulu, P. M. (2023). Review: Epidemiologi, Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit Mulut dan Kuku (Pembelajaran dari Wabah PMK Indonesia 1887-1997). Partner, 28(1), 62. https://doi.org/10.35726/jp.v28i1.6840

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. (2025, September 6). Perkembangan Kasus PMK di Indonesia. https://ditjenpkh.pertanian.go.id/informasi/perkembangan-kasus-pmk-di-indonesia

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. (2026). Laporan Perkembangan PMK Bulanan. https://awr.ditjenpkh.pertanian.go.id/sitreps/PMK/202604.html

Djumena, E. (2025, January 11). Kendalikan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku, Pemerintah Bentuk Satgas PMK. Kompas.Com. https://money.kompas.com/read/2025/01/11/152200026/kendalikan-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku-pemerintah-bentuk-satgas-pmk

FAO. (2024a). Ministry of Agriculture & FAO Accelerates Vaccination to Prevent The Re-emergence of FMD Outbreaks. https://www.fao.org/indonesia/news/detail/Ministry-of-Agriculture-FAO-Accelerates-Vaccination-to-Prevent-The-Re-emergence-of-FMD-Outbreaks

FAO. (2024b). One Health Joint Plan of Action: Mitigating transboundary animal diseases and environmental biosecurity. https://openknowledge.fao.org/server/api/core/bitstreams/fc522db2-9619-4f70-b6ba-64177f4865e6/content

FAO. (2025). Safeguarding food security: Ministry of Agriculture and FAO call for collective action to prevent FMD. https://www.fao.org/indonesia/news/detail/safeguarding-food-security--ministry-of-agriculture-and-fao-call-for-collective-action-to-prevent-fmd/en

Firman, A., Trisman, I., & Puradireja, R. H. (2022). Dampak Ekonomi Akibat Outbreak Penyakit Mulut dan Kuku Pada Ternak Sapi dan Kerbau di Indonesia. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 8(2), 1123. https://doi.org/10.25157/ma.v8i2.7749

Hakim, L. (2025). Kementan RI Bentuk Satgas PMK Nasional. ANTARA. https://www.antaranews.com/ berita/4577686/kementan-ri-bentuk-satgas-pmk-nasiona

Harianto, M., & Adji, R. (2025, April 26). FMD Control Optimal Ahead of Eid, Agriculture Ministry Says. ANTARA. https://en.antaranews.com/news/349917/fmd-control-optimal-ahead-of-eid-agriculture-ministry-says

Jaya, E., Suprapti, E., Tarigan, A. E. B., & Utama, M. W. (2025). Import Deregulation: a Strategy to Improve Food Security in Indonesia. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economi and Legal Theory, 3(4). https://doi.org/https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i4.1527

Jemberu, W. T., Mourits, M. C. M., Woldehanna, T., & Hogeveen, H. (2014). Economic impact of foot and mouth disease outbreaks on smallholder farmers in Ethiopia. Preventive Veterinary Medicine, 116(1–2), 26–36. https://doi.org/10.1016/j.prevetmed.2014.06.004

Knight-Jones, T. J. D., & Rushton, J. (2013). The economic impacts of foot and mouth disease – What are they, how big are they and where do they occur? Preventive Veterinary Medicine, 112(3–4), 161–173. https://doi.org/10.1016/j.prevetmed.2013.07.013

Kompas. (2025, January 12). PMK Merebak Kembali. Kompas. https://www.kompas.id/artikel/pmk-merebak-kembali

Panggabean, A. L. (2025, January 21). Pemerintah Pusat Sediakan 4 Juta Dosis Vaksin Tangani PMK. ANTARA. https://www.antaranews.com/berita/4599262/pemerintah-pusat-sediakan-4-juta-dosis-vaksin-tangani-pmk

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 11 Tahun 2026 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2025 Tentang Kebijakan Dan Pengaturan Impor (2026).

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2023 Tata Cara Pengawasan Lalu Lintas Hewan, Produk Hewan, Dan Media Pembawa Penyakit Hewan Lainnya Di Dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (2023).

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 23 Tahun 2025 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19 Tahun 2025 Tentang Persyaratan Pemasukan Produk Hewan (2025).

Rohma, M. R., Zamzami, A., Utami, H. P., Karsyam, H. A., & Widianingrum, D. C. (2022). Kasus penyakit mulut dan kuku di Indonesia: epidemiologi, diagnosis penyakit, angka kejadian, dampak penyakit, dan pengendalian. Conference of Applied Animal Science Proceeding Series, 3, 15–22. https://doi.org/10.25047/animpro.2022.331

Ronohardjo, P. (1984). Wabah Penyakit Mulut dan Kuku di Jawa. Litbang Pertanian, 3(1), 1–5.

Shanafelt, D. W., & Perrings, C. A. (2017). Foot and mouth disease: the risks of the international trade in live animals. Revue Scientifique et Technique de l’OIE, 36(3), 839–865. https://doi.org/10.20506/rst.36.3.2719

Sirdar, M. M., Fosgate, G. T., Blignaut, B., Heath, L., Lazarus, D. D., Mampane, R. L., Rikhotso, O. B., Du Plessis, B., & Gummow, B. (2024). A comparison of risk factor investigation and experts’ opinion elicitation analysis for identifying foot-and-mouth disease (FMD) high-risk areas within the FMD protection zone of South Africa (2007–2016). Preventive Veterinary Medicine, 226, 106192. https://doi.org/10.1016/j.prevetmed.2024.106192

Taufiqqurrahman, M., Sudarnika, E., & Lukman, D. W. (2025). Economic Impact of Foot and Mouth Disease in Dairy Farmers at Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Indonesia. Jurnal Sain Veteriner, 43(2), 334. https://doi.org/10.22146/jsv.103474

Wandira, L. (2025). Kementan Sebut Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Bikin Peternak Rugi hingga Rp 9 Triliun. Kontan. https://industri.kontan.co.id/news/ kementan- sebut-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku-bikin-peternak-rugi-hingga-rp-9-triliun

WOAH (World Organization for Animal Health). (2023). Terrestrial Animal Health Code. World Organization for Animal Health. https://www.woah.org/app/uploads/2025/01/en-cast-toc-1-2023.pdf

Kasus dan Dampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Mulyono, J., Aziz, A., & Munir, I. M. . (2026). Kasus dan Dampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia. Policy Brief Pertanian, Kelautan, Dan Biosains Tropika, 8(2), 1666-1677. https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0802.1666-1677

Similar Articles

1-10 of 268

You may also start an advanced similarity search for this article.