Responsivitas Gender Kebijakan Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Bogor
DOI:
https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0701.1177-1182Keywords:
kesetaraan, penyuluh, perempuan, responsivitas genderAbstract
Kesetaraan gender dalam penyuluhan pertanian adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, termasuk di Kabupaten Bogor. Meskipun perempuan memegang peran penting dalam sektor pertanian, mereka sering kali diabaikan dalam program penyuluhan, pelatihan, dan akses teknologi. Kondisi ini antara lain disebabkan oleh hambatan budaya, stereotip gender, dan kebijakan yang tidak sensitif gender. Untuk itu, policy brief ini mengkaji peran lembaga dalam mendorong terwujudnya kesetaraan gender dalam kebijakan penyuluhan bagi ujung tombak pelaksana kegiatan tersebut, yakni para penyuluh. Pemberian akses yang lebih besar bagi penyuluh perempuan untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan lanjutan yang didukung oleh pelibatan yang lebih besar bagi para petani perempuan, diyakini menjadi solusi guna mewujudkan kebijakan penyuluhan yang lebih setara gender. Kondisi ini didukung oleh pewajiban bagi penyuluh dan staf bagian lainnya untuk membiasakan membuat pendataan secara terpilah gender. Dengan data ini, akan dapat diketahui permasalahan dan kebutuhan masing-masing gender, sehingga dapat dibuat program dan kegiatan yang lebih tepat sasaran. Upaya untuk memenuhi komitmen kesetaraan gender bagi penyuluh dan petani perempuan ini tidak saja memenuhi hak mereka, melainkan juga dapat meningkatkan produktivitas mereka yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
References
Ardita, A., DWP, S., & Widjanarko, D. (2017). Kinerja Penyuluh Pertanian Menurut Persepsi Petani: Studi Kasus di Kabupaten Landak. Journal of Vocational and Career Education, 2(1). https://doi.org/10.15294/jvce.v2i1.10908
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. (2019). Luas Lahan Sawah Menurut Jenis Pengairan dan Kecamatan Tahun 2019. https://bogorkab.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjYzIzI=/luas-lahan-sawah-menurut-jenis-pengairan-dan-kecamatan.html
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. (2023). Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 - Tahap I Kabupaten Bogor. https://bogorkab.bps.go.id/id/publication/2023/12/15/06b0318bc50f4cf6b18a0aaa/hasil-pencacahan-lengkap-sensus-pertanian-2023---tahap-i-kabupaten-bogor.html
Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab. Bogor. Luas lahan sawah menurut jenis pengairan dan kecamatan tahun 2019 (https://bogorkab.bps.go.id)
Doss, C., et al. (2018). Women in Agriculture: Four Myths. Global Food Security.
Farnworth, C. R., & Colverson, K. E. (2015). Building a gender-transformative extension and advisory facilitation system in Sub-Saharan Africa. Journal of Gender, Agriculture and Food Security (Agri-Gender), 1(1), 20-39.
Hayati, H., Sahidu, A., Muktasam, M., Karyadi, L. W., & Suadnya, W. (2024). Penyuluhan Pertanian dan Kesetaraan Gender dalam Usahatani Jagung Pertanian Lahan Kering di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur. Jurnal Sosial Ekonomi Dan Humaniora, 10(2), 310–316. https://doi.org/10.29303/jseh.v10i2.598
Hobson, A. J., & Mullen, C. A. (2023). Co-Mentoring Amongst Teachers and Leaders in Transnational Schooling Contexts (pp. 193–212). https://doi.org/10.1108/S1479-368720230000044020
Ikonny, K. A. (2017). Kinerja Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) Laki-laki dan Perempuan dari Perspektif Petani di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur [Universitas Brawijaya]. https://repository.ub.ac.id/id/eprint/7384/
Indraningsih, K. S. (2016). Pengaruh Penyuluhan Terhadap Keputusan Petani dalam Adopsi Inovasi Teknologi Usahatani Terpadu. Jurnal Agro Ekonomi, 29(1), 1. https://doi.org/10.21082/jae.v29n1.2011.1-24
Khairunnisa, N. F., Saidah, Z., Hapsari, H., & Wulandari, E. (2021). Persepsi Petani tentang Peran Penyuluh Pertanian dalam Peningkatan Pendapatan Petani Jagung Hibrida. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(1), 486. https://doi.org/10.25157/ma.v7i1.4712
Krisnawati, K., Purnaningsih, N., & Asngari, P. (2013). Persepsi Petani terhadap Peranan Penyuluh Pertanian di Desa Sidomulyo dan Muari, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan. Sosio Konsepsia, 3(1), 301–312. https://www.neliti.com/publications/52958/persepsi-petani-terhadap-peranan-penyuluh-pertanian-di-desa-sidomulyo-dan-muari#cite
Lahai, B. A. N., Goldey, P., & Jones, G. E. (1999). The gender of the extension agent and farmers’ access to and participation in agricultural extension in Nigeria. The Journal of Agricultural Education and Extension, 6(4), 223–233. https://doi.org/10.1080/13892240085300051
Meinzen-Dick, R., Quisumbing, A. R., & Behrman, J. A. (2014). A System That Delivers: Integrating Gender into Agricultural Research, Development, and Extension. In Gender in Agriculture (pp. 373–391). Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/978-94-017-8616-4_15
Downloads
Published
Issue
Section
License
This license enables reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the material in any medium or format, so long as attribution is given to the creator. The license allows for commercial use. CC BY includes the following elements:
BY: credit must be given to the creator.
