Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga dan Kualitas Pengasuhan pada Keluarga Nelayan di Pesisir Jawa Barat

Authors

  • Defina Defina Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University
  • Dwi Hastuti Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University
  • Risda Rizkillah Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University
  • Istiqlaliyah Muflikhati Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University

DOI:

https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0504.822-828

Keywords:

Kesejahteraan, keluarga nelayan, pengasuhan

Abstract

Kesejahteraan keluarga merupakan salah satu kunci tercapainya praktik pengasuhan yang berkualitas. Keluarga yang sejahtera akan memiliki pola pikir yang sehat serta akses yang lebih leluasa tehadap sumber daya dalam memenuhi kebutuhan anak selama proses pengasuhan. Keluarga yang tinggal di wilayah pesisir memiliki sejumlah potensi sumberdaya untuk mencapai kesejahteraan. Akan tetapi kondisi menunjukan bahwa keluarga yang tinggal di wilayah pesisir cenderung berpendidikan rendah, kualitas hidup rendah, dan tingkat kesejahteraan keluarga dan relasi orangtua anak yang kurang memadai. Oleh karena itu, diperlukan sejumlah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di wilayah pesisir agar anak-anak dari keluarga tersebut dapat memperoleh pengasuhan yang baik sehingga tumbuh dan berkembang secara optimal.  Beberapa program yang telah dikembangkan dapat dilanjutkan, terutama program maupun kebijakan berbasis keluarga. Hal ini bertujuan agar kesejahteraan keluarga dapat tercapai secara berkelanjutan.

Author Biographies

  • Defina Defina, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University

    Ahli Bahasa dan komunikasi keluarga di Departemen IKK. Defina lulusan sarjana Sastra Indonesia, Unand, Magister Pembangunan Sosial, FISIP, UI, dan Program Doktor Pendidikan Bahasa UNJ Penelitiannya tidak hanya tentang pengajaran bahasa, BIPA, linguistik, tetapi juga komunikasi dalam keluarga. Sebelumnya, juga aktif melakukan penelitian tentang gender dan anak di Pusat Studi Wanita, PSP3, IPB 2005-2010.

  • Dwi Hastuti, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University

    Dosen Divisi Perkembangan Anak, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University. Dwi Hastuti lulusan S1 Departemen Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga, Fakultas Pertanian, IPB University, program master di University of the Philippines Los Banos (UPLB) dan Program Doktor Departemen Studi Pembangunan Manusia dan Keluarga. Keahlian adalah Pendidikan dan pengembangan karakter. Aktivitas adalah penelitian, seminar, workshop, dan pelatihan terkait pendidikan karakter dan pembentukan karakter yang bekerjasama dengan pemerintah, perusahaan swasta, dan lembaga swadaya masyarakat hingga saat ini.

  • Risda Rizkillah, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University

    Dosen dan peneliti di Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. Ia merupakan lulusan dari S1 Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB dan S2 Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak IPB. Bidang yang ia tekuni adalah ilmu keluarga. Berbagai topik penelitian yang dilakukan diantaranya adalah konflik pekerjaan-keluarga, interaksi keluarga, strategi koping, kualitas perkawinan, kualitas hidup, dan kualitas lingkungan pengasuhan anak.

  • Istiqlaliyah Muflikhati, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University

    Lulusan S1 Sosial Ekonomi Perikanan IPB, S2 Ekonomi Pertanian IPB, dan S3 Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB. Sejak tahun 1989 sampai dengan 2005 sebagai dosen di Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan IPB dan sejak 2005 sampai sekarang di Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia IPB. Bidang yang ditekuni saat ini adalah Ekonomi dan Kesejahteraan Keluarga.

References

Anwar R, Wahyunu W. 2019. Miskin di laut yang kaya: Nelayan Indonesia dan Kemiskinan. Sosiologi Agama. 4(1)51-60.

Berns R. 2010. Child, Family, School, Community: Socialization and Support. Fourth Edition

Dewanggi M, Hastuti D, dan Herawati T. 2015. The influence of attachment and quality of parenting and parenting environment on children's character in rural and urban areas of Bogor. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen. 8(1): 20-27. doi: 10.24156/jikk.2015.8.1.20 DOI: https://doi.org/10.24156/jikk.2015.8.1.20

Elmanora E, Hastuti D, dan Muflikhati I. 2015. Kesejahteraan keluarga dan kualitas lingkungan pengasuhan pada anak usia prasekolah. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen. 8(2): 96-105. dou:10.24156/jikk.2015.8.2.96. DOI: https://doi.org/10.24156/jikk.2015.8.2.96

Engle PL, Menon P, Haddad L. 2000. Care and Nutrition. Concept and Measurement. International Food Policy Research Institute. Washington.

Hastuti D, Alfiasari, Chandriyani. 2010. Nilai anak, stimulasi psikososial, dan perkembangan kognitif anak usia 2-5 tahun pada keluarga rawan pangan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen. 3(1). DOI: https://doi.org/10.24156/jikk.2010.3.1.27

Ho LLK, Li WHC, Cheung AT, Luo Y, Xia W, dan Chung JOK. 2022. Impact of poverty on parent-child relationship, parental stress, and parenting practices. Fron. Public Health. doi: 10.3389/fpubh.2022.849408 DOI: https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.849408

Latifah M, Hernawati N, dan Alfiasari. 2009. Kualitas tumbuh kembang, pengasuhan orang tua, dan faktor risiko komunitas pada anak usia prasekolah wilayah pedesaan di Bogor. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen. 2(2): 143-153. DOI: https://doi.org/10.24156/jikk.2009.2.2.143

Mardiharini M. 2005. Faimly copying strategies in maintaining welfare during the economic crrisis in Indonesia: A case study in rural adn urban areas in Bogor, West Java. Jurnal Agro Ekonomi. 23(1): 53-69. DOI: https://doi.org/10.21082/jae.v23n1.2005.54-70

Myers RG. 1992. The Twelve Who Survive: Strengthening Programs of Early Childhood Development in the Third World. Michigan: High/Scope Press.

Newland LA. 2015. Family well-being, parenting, and child well-being: Pathways to healthy adjusment. Clinical Psychologist. 19(1): 3-14. doi:10.1111/cp.12059 DOI: https://doi.org/10.1111/cp.12059

Noor NM, Gandhi AD, Ishak I, dan Wok S. 2012. Development of indicators for family well-being in Malaysia. International Journal and Interdiciplinary Journal for Quality-of-life Measurement. doi: 10.1007/s11205-012-0219-1. DOI: https://doi.org/10.1007/s11205-012-0219-1

Puspitawati H. 2019. Gender dan Keluarga: Konsep dan Realita di Indonesia. Bogor: IPB Press

Rachmawati ANN, Hastuti D. 2017. Parental self-efficacy dan praktik pengasuhan menentukan perilaku agresi anak usia prasekolah. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen. 10(2): 227-237. DOI: https://doi.org/10.24156/jikk.2017.10.3.227

Sobowale K, Ross DA. 2018. Poverty, parenting, and psychiatry. Biological Psychiatry. 84(5): 29-31. doi: 10.1016/j.biopsych.2018.07.007 DOI: https://doi.org/10.1016/j.biopsych.2018.07.007

Sunarti E. 2021. Inventori Pengukuran Keluarga. Bogor: IPB Press.

[UU] Undang-undang Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. 2000.

Widayatun. 2016. Satu Dekade Pembangunan Sumber Daya Manusia di Wilayah Pesisir: Capaian dan Tantangan (Kasus Pulau Mapur, Kabupaten Bintan). Jurnal Kependudukan Indonesia. Vol. 11 No. 2 Desember 2016: 119-132. DOI: https://doi.org/10.14203/jki.v11i2.203

Downloads

Published

2023-12-29

How to Cite

Defina, D., Hastuti, D., Rizkillah, R., & Muflikhati, I. (2023). Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga dan Kualitas Pengasuhan pada Keluarga Nelayan di Pesisir Jawa Barat. Policy Brief Pertanian, Kelautan, Dan Biosains Tropika, 5(4), 822-828. https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0504.822-828

Similar Articles

11-20 of 95

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)